Sudsidi Biaya Kuliah Daring untuk Mahasiswa UNITOMO

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Maraknya kasus Pandemi Corona Virus Disease 19 (COVID 19) akhir-akhir ini berhasil membuat banyak perubahan kebijakan. Tak luput pula instansi akademik juga terkena dampaknya. Maklumat wajib self quarantine, gerakan di rumah saja terus didengungkan. Pun perihal proses jenjang pendidikan. UN ditiadakan, semua tidak diperbolehkan melakukan pembelajaran di ruang kelas, pembelajaran harus dilaksanakan via online. Begitu juga untuk kalangan tingkat mahasiswa. Kuliah daring (kuliah yang dilaksanakan via online) wajib dilaksanakan.

Seiring berjalan waktu, kendala demi kendala terus ditemui khususnya oleh para mahasiswa. Tugas yang tak manusiawi, sidang skripsi tertunda, wisuda gagal di tahun ini, termasuk perihal biaya yang terlanjur dibayarkan tetapi tidak mendapat fasilitas penunjang perkuliahan. Diwajibkan kuliah daring tapi tidak ada fasilitas wifi, kuota internet tidak memadai, jaringan internet tidak bersahabat. Keluhan tersebut dirasakan terutama oleh mahasiswa yang berasal dari daerah terpencil. Harus meninggalkan Kota Surabaya karena zona merah sudah mengancam, sementara jika memilih menetap di Kota Surabaya, seluruh akses dibatasi. Inisiatifnya adalah mahasiswa yang bukan berasal dari Surabaya memilih untuk pulang kampung sebelum lockdown terjadi di Kota Surabaya. Walhasil resiko berikutnya yakni terkendala signal untuk melakukan kuliah daring.

Pun keluhan tersebut dirasakan oleh orang tua. Pertanyaan "Bagaimana uang yang terlanjur kamu bayarkan ke kampus? Sementara kamu harus keluar biaya sendiri untuk kuliah online sekarang?" keluar dari mulut seluruh wali mahasiswa yang merasa sangat minim untuk biaya hidup.

Petisi ini dari Student Empowerment for Human Right of UNITOMO, aliansi mahasiswa UNITOMO yang ingin menyuarakan hak-hak yang harusnya sampai dan diatasi oleh pihak berwenang di Universitas Dr. Soetomo tetapi tidak mempunyai akses untuk menuju kesana.

Bantu kami menandatangani petisi ini dengan harapan agar ada kebijakan berupa keringanan biaya perkuliahan dalam situasi darurat fasilitas seperti saat ini.