Tolak Uang Tes Kesehatan & Melibatkan Mahasiswa Dalam Pengambilan Kebiajakan Kampus

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Minggu lalu akun Instagram UIN Jakarta memposting sebuah flyer test kesehatan berbayar. Lucunya dalam flyer tersebut terlampir harga normal 350.000 dan disampingnya harga khusus 120.000

Padahal sama-sama kita ketahui dari dulu tidak pernah ada pemungutan biaya apapun. Postingan tersebut menerima banyak kritik dan pertanyaan kritis di kolom komentar. hingga postingan tersebut diganti. Sebenarnya dalam kolom komentar postingan tersebut telah cukup mewakili keheranan dan ketidaksetujuan mahasiswa atas kebijakan tersebut.

Pertanyaannya adalah apa landasan yang di gunakan pihak kampus untuk menentukan kebijakan tersebut dan akan disalurkan kemana uang tes kesehatan tersebut?

Dipelopori oleh Dema UIN Jakarta dan mengajak seluruh kader organ ekstra yang ada aliansi mahasiswa UIN Jakarta mengadakan kajian tentang penolakan uang kesehatan, dan menghasilkan draft penolakan tes uang kesehatan yang isinya berisi hasil kajian dan tuntutan mahasiswa UIN Jakarta yang bertajuk Sapta Cipta dan diakhiri dengan lembar kesepakatan.

Aksi pertama diikuti oleh banyak mahasiswa UIN Jakarta, namun dalam aksi kedua hanya bersisa sepertiga dari mahasiswa UIN Jakarta yang merapatkan barisan. Entah ada propaganda apa atau ada kesibukan lain. Bagi kalian yang masih memiliki simpati kepada permasalahan ini namun berhalangan untuk ikut aksi kalian bisa mengisi petisi ini dengan tujuan untuk menunjukkan hati kalian tetap bersama teman-teman yang sedang berjuang meski raga kalian dihalangi untuk datang.



Hari ini: Muhammad mengandalkanmu

Muhammad Alfarizi membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Mahasiswa UIN Jakarta: Tolak Uang Tes Kesehatan & Melibatkan Mahasiswa Dalam Pengambilan Kebiajakan Kampus". Bergabunglah dengan Muhammad dan 1.079 pendukung lainnya hari ini.