PENOLAKAN MAHASISWA TERHADAP SISTEM KKK UNIS TANGERANG 2020/2021

PENOLAKAN MAHASISWA TERHADAP SISTEM KKK UNIS TANGERANG 2020/2021

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Pengabdian masyarakat adalah suatu kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas. Kegiatan pengabdian merupakan salah satu bagian dari "TRIDARMA" perguruan tinggi. Kami mahasiswa/i UNIS semester 6 pada kesempatan ini menyampaikan pernyataan terbuka terkait KKK yang menjadikan mahasiswa/i sebagai gugus tugas covid 19 atau relawan covid. Kami mahasiswa/i merasa dirugikan secara akademik dan materiil oleh pihak kampus seiring adanya covid 19 ini. Bahwasannya kami diwajibkan membayar KKK dengan jangka waktu tertentu untuk dijadikan gugus tugas covid 19/relawan covid 19.
Melalui petisi ini , kami mahasiswa/i UNIS menolak aturan tersebut dengan tegas. Adapun kerangka dasar yang dijadikan acuan dalam poin-poin melalu kajian dan analisa mahasiswa/i, yaitu:
1. Bahwasannya provinsi Banten masih memperpanjang PSBB, berdasarkan Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.171-Huk/2020 tentang perpanjangan tahap kelima PSBB di wilayah Kabupaten Tengerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan dengan beralasan Tangerang Raya kabupaten dan kota adalah zona merah di provinsi Banten.
2. UNIS Tangerang tidak mempunyai fakultas kesehatan serta ilmu kesehatan.
3. Pengabdian terhadap masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa/i sebagai gugus tugas covid 19 tidak sesuai dengan jurusan dari ke enam fakultas yang ada.
4. Tidak adanya pihak yang siap bertanggung jawab bilamana peserta KKK terjangkit covid 19
5. Kebijakan yang diambil Universitas adalah kebijakan yang belum pasti (ambigu).
6. Kegiatan KKK dengan mengusung mahasiswa/i untuk membantu gugus tugas covid 19 dinilai terlalu beresiko bagi mahasiswa.
Demikian petisi ini dibuat untuk kemajuan sistem pendidikan yang lebih baik dan bermartabat. Sebagai kaum intelektual dan akademisi, kami bertindak apabila tidak ada nilai keadilan dalam lingkungan pendidikan. Dengan segala hormat harapan, kami berharap adanya jalan tengah dan solusi terbaik dari rektor dan jajarannya serta pimpinan yayasan.

HIDUP MAHASISWA!!!