Keluhan sistem kuliah online

Keluhan sistem kuliah online

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!
Mahasiswa IAIN memulai petisi ini kepada Mahasiswa

Ditengah pandemik COVID-19 segala aktivitas terbatas, termasuk kegiatan belajar mengajar. Termasuk mahasiswa juga terkena dampak dari pandemik ini yang mengakibatkan perkuliahan tatap muka terpaksa ditiadakan dan beralih pada perkuliahan secara Online
IAIN Sultan Amai Gorontalo merupakan salah satu perguruan tinggi yang mengikuti proses perkuliahan online. Namun apakah proses perkuliahan online ini sudah maksimal?

Faktanya banyak mahasiswa yang berlatar belakang ekonomi menengah kebawah mengeluhkan kegiatan perkuliahan ini. Mulai dari gagal memahami materi yang diberikan, banyaknya tugas yang diberikan oleh dosen, terlalu banyak aplikasi yang harus didownload, kendala jaringan yang menyebabkan mahasiswa terlambat mengikuti kegiatan perkuliahan online, serta banyaknya kuota yang harus dikeluarkan oleh para mahasiswa.

Banyak mahasiswa yang berteriak karena kendala kendala diatas. maka dari itu kami mahasiswa menuntut:

1. Sesuai surat edaran Dirjen Pendis Kemenag RI nomor: 697/03/2020 pada poin c. Kami mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo meminta/menuntut kepada Bapak Rektor untuk memberikan penanganan paket kuota dan/ akses bebas (free access) bagi mahasiswa

2. Meminta/menuntut bapak Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk mengintruksikan kepada para dosen/pengajar harus menyeimbangkan antara penjelasan materi, tugas maupun absensi. Sehingga efektif dan efisien. Serta memberikan dispensasi jika ada mahasiswa yang susah dalam mengakses jaringan

3. Menanggapi sistem kuliah daring (online) yang tidak menggunakan sarana/prasarana kampus, kami mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo meminta/menuntut Bapak Rektor untuk mengalokasikan biaya fasilitas perkuliahan dikembalikan dan garis miring atau dialihkan untuk penanganan kebutuhan perkuliahan mahasiswa di rumah.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!