Universitas Internasional Batam (UIB) Peduli Mahasiswa

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Akibat pandemi virus Covid-19 yang sedang terjadi saat ini, berbagai sektor mengalami dampak yang besar baik bidang perkonomian maupun bidang lainnya. Situasi dan kondisi ini pun juga belum jelas perkembangan nya hingga saat ini. Di sini kami mengharapkan baik kepada Bapak Rektor Dr. Iskandar Itan dan pihak kampus dapat memberikan keringanan berupa pemotongan biaya BPP Pokok

1. Apa yang memberatkan mahasiswa?

-. Bantuan yang bersifat selektif. 

-. Bantuan yang memerlukan persyaratan yang tidak semua dapat dipenuhi, bagaimana dengan wirausaha? 

-. Tidak adanya subsidi kuota. 

-. Biaya parkir yang hanya digunakan selama beberapa minggu.

-. Biaya Praktek/Lab yang hanya terlaksanakan 1 hingga 2 kali, atau bahkan tidak terlaksanakan sekalipun.

-. Melihat semua masyarakat terkena dampak pendemi ini, UIB masih tetap menagih biaya kuliah.

2. Apa tuntutan mahasiswa?

-. Menyamaratakan bantuan untuk seluruh mahasiswa. 

-. Pihak UIB juga seharusnya mempertimbangkan wali/orangtua mahasiswa yang wirausaha, maupun dengan alasan yang masuk akal tidak bisa memperoleh surat-surat yang diperlukan. 

-. Pihak UIB seharusnya membuka ruang diskusi dengan mahasiswa yang diwakili oleh masing-masing Ketua Himpunan. 

-. Kuota digunakan oleh mahasiswa untuk kuliah online, dan pengguna wifi pun mahasiswa yang menanggung biaya tersebut.

-. Kebijakan terhadap biaya parkir yang dipungut.

-. Potongan untuk biaya Lab sesuai dengan jadwal yang telah terlaksanakan. -

. Tidak ditagih sampai pendemi ini selesai dan memberi kelonggaran dalam pembayaran.

3. Apa alasan mahasiswa?

-. Perlakuan bantuan tidak seharusnya bersifat selektif, mengingat semua masyarakat merasakan dampak wabah ini. 

-. Tidak semua wali/orangtua bekerja. Ada yang wirausaha (dalam artian tidak semua bisa menunjukkan surat bekerja dari rumah, ataupun slip gaji). 

-. Sebagian besar mahasiswa kelas malam membiayai kuliahnya sendiri. 

-. Belum lagi mahasiswa yang merantau demi berkuliah di UIB sekaligus membiayai dirinya sendiri (kuilah, kost, transport, makan, kuota). 

-. Dalam kuliah online, kuota menjadi sumber daya yang penting dan kuota yang digunakan untuk kelas online tidak sedikit jumlahnya. 

-. Biaya operasional UIB tentu "tidak" berkurang (listrik, air, dll) karena mahasiswa tidak memakai fasilitas apapun di UIB. 

-. Biaya parkir yang dipungut juga tidak dirasakan fasilitasnya dalam kondisi ini.

-. Semua kalangan sedang dalam kesulitan, ada orang tua/mahasiswa yang gajinya tertunda, dipotong dan gaji yang tidak dibayarkan bahkan di PHK. 

Terima kasih, salam dari Mahasiswa/i yang menuntut.