STOP INTERVENSI BIROKRASI DALAM PEMILIHAN SEMA FISIP DAN KEMBALIKAN KEDAULATAN KPUM-F

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Hadirnya ormawa kampus sebagai wadah mahasiswa dalam mengasah skill kepemimpinan mereka merupakan bentuk pendidikan yang dihadirkan oleh pemerintah. Dalam mengasah skil kepemimpinannya maka dalam segala penyelenggaraan ormawapun sepenuhnya adalah kedaulatan mahasiswa dalam menjalankannya, tidak ada hak sama sekali untuk birokrasi ikut campur dalam hal ini. Namun,setelah satu minggu berlalu penyelenggaraan pemilihan SEMA-FISIP berjalan terjadi sengketa yang terjadi dan dilayangkan oleh BAWASLUM-FISIP kepada dua orang calon yang lolos dalam pemilihan. Sengketa itu terus berlanjut sampai sekarang dan tidak dapat diselesaikan diantara pihak panitia pengarah, BAWASLUM, dan KPU sehingga harus dibawa ke meja Wakil Dekan 3 yang seharusnya dibawa ke meja SEMA-U. Akibatnya, sengketa ini menghambat KPUM dalam memutuskan ketetapan pemilihan. Dalam persoalan ini beberapa hal yang menjadi sorotan kami adalah:

1. Intervensi Wakil Dekan 3 dalam memutuskan sengketa. padahal dalam Peraturan KPUM dijelaskan bahwa jika sengketa tidak dapat diselesaikan oleh BAWASLUM dan KPUM maka sengketa tersebut harus dibawa ke SEMA-U, bukan kepada Wakil dekan 3.

2. Terjadi keputusan sepihak yang dilakukan oleh pihak pengarah dan BAWASLUM dalam memutuskan sengketa dengan membawa sengketa itu ke Wakil Dekan 3 tanpa melibatkan KPUM. dalam keputusan tersebut terjadi kejanggalan karena ada salah satu calon lain yang tidak disengketakan juga melanggar persyaratan namun tetap diloloskan tanpa sanksi yang jelas.

3. Menuntut SEMA-U agar segera menyelesaikan sengketa tersebut dan agar membawa perkara intervensi ini pihak Wakil Rektor 3 untuk memberikan sanksi kepada Wakil Dekan 3.

4. Kembalikan wewenang dan hak preogratif KPUM dalam memutuskan segala hasil keputusan pemilihan dengan memperhatikan apa yang dimandatkan dalam PKPU.

Selain itu, intervensi birokrasi ini telah berlangsung sejak pertemuan yang dilakukan atas intruksi Wakil Dekan 3 disepertengah penyelenggaran pemilihan berjalan untuk mengulang pemilihan dikarenakan ada beberapa calon yang tidak lolos verfikasi. hal ini berdampak pada hilangnya kedaulatan KPUM sebagai Penyelnggara Pemilihan.

Demikian petisi ini kami layangkan untuk menghentikan intervensi Wakil Dekan 3 dalam pemilihan SEMA-FISIP dan agar mengembalikan hak preogratif KPUM dalam menetapkan keputusannya.

Apapun dalam Politik, hal yang terpenting adalah Kemanusiaan.