Tolak Musykorkom FIK UM Bandung, adakan Pemilihan Ulang

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


PETISI

SURAT EDARAN TENTANG PENOLAKAN PEMILIHAN PIMPINAN DAN KEPENGURUSAN
KOORDINATOR KOMISARIAT FAKULTAS ILMU KEISLAMAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANDUNG

            Setelah dilakukan proses pergantian kepengurusan Koordinator Komisariat Fakultas Ilmu Keislaman Universitas Muhammadiyah Bandung kami memandang perlu ada pemilihan ulang terkait pergantian kepengurusan Koordinator Komisariat Fakultas Ilmu Keislaman Universitas Bandung tahun 2019 yang demokratis, produktif, dan bersinergi, sesuai dengan aturan  

Sejak dibentuk KORKOM IMM STAIMB Bandung dan terbentuknya di STAIM Bandung kemudian merambah sebagai badan yang selalu merasa ekslusif melakukan karya nyata yang tidak relevan dengan kemahasiswaan. Semua itu tidak mencerminkan hidup dan kehidupan mahasiswa di STAIM Bandung yang Humanis, bermartabat, serta membawa damai dan perdamaian

KOROM STAIMB lebih banyak tampil sebagai sosok perelai kebersamaan dan solidaritas Mahasiswa yang diketuai oleh Nuralim yang tidak mampu membuat sebuah perubahan positif dan dengan cepat kilat memutuskan terbentuknya ekstapeta kepengurusan yang tidak mengindahkan organisasi IMM. Pada banyak kasus Pimpinan Komisariat yang dibentuk KOROM STAIMB tampil sebagai perusak kebersamaan dan solidaritas. Karena kita ketahui bahwa mahasiswa di STAIMB Kebanyakan non muhammadiyah dan kurang respon terhadap Organisasi IMM. Dengan demikian, KORKOM selalu sewenang-wenang menggunaan hak preogratifnya, tanpa musyawarah dengan mahasiswa aktif sebagai kader IMM baik itu di Komisariat PAI, EKSYAR, PIAUD dan AS.

Kejanggalan yang terjadi ketika pemilihan musyawarah koordinator komisariat

1.      Tidak dihadiri oleh seluruh komisariat yang ada di Fakultas Ilmu Keislaman.

2.      Ada satu Komisariat yang dijadikan panlih dan tidak dijadikan peserta

3.      Pergantian peserta atau perwailan dari cabang yang secara tiba-tiba

4.      Banyak para peserta yang sekarang masuk dalam kenggotaan KORKOM tanpa sepengetahuan orang tersebut

5.      Peserta yang hadir hanya berjumlah 18 orang padahal fungsi KORKOM ingin dibuat dua fungsional Intra dan Estra Kampus.

 

Demikian petisi ini kami ajukan, sebagai bentuk upaya kami sebagai Mahasiswa yang mengharapkan adanya keadilan dalam sebuah organisasi, tanpa ada oknum-oknum yang yang megambil kekuasaan atas dasar kepentingan. Salam Mahasiswa !!