Menolak sistem remedial 9 SKS untuk Fakultas Kedokteran

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Kepada Yth.:

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

dr. Hj. Rika Yuliwulandari, M.Sc., PhD.

di tempat

Assalamua’laikum wr.wb

Dengan hormat,

Berdasarkan surat edaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah III nomor 230/K3/PG/2017 Tentang Penomoran Ijazah Nasional (PIN) tanggal 29 Desember 2017, telah disampaikan beberapa hal mengenai Penomoran Ijazah Nasional dan daftar calon lulusan yang dapat memenuhi syarat berdasarkan kriteria dibawah ini :

1. Maksimal jumlah SKS per-semester adalah 24 SKS setelah semester 2;
2. Minimal IPK calon lulusan S1 adalah 2.00;
3. Minimal jumlah SKS calon lulusan S1 adalah 120 SKS;
4. Program studi harus terakreditasi atau sedang dalam proses reakreditasi;
5. Maksimal jumlah SKS pada semester antara adalah 9 SKS.

Dalam ketentuan tersebut, yang dimaksud dengan semester antara adalah semester pendek/semester remedial.

Kami, Mahasiswa Aktif Fakultas Kedokteran Universitas YARSI menyatakan keberatan dan menolak surat ketentuan tersebut yang kurang membantu sistem semester remedial di Fakultas Kedokteran Universitas YARSI dikarenakan alasan berikut :

1. Fakultas Kedokteran Universitas YARSI memiliki jumlah SKS yang besar pada setiap bloknya (rata-rata yaitu 6 SKS). 

2. Sistem semester remedial yang diberlakukan sebelumnya lebih membantu memperbaiki nilai yang belum lulus dan meningkatkan nilai / IPK mahasiswa.

3. Sistem semester remedial 9 SKS dapat menyebabkan peningkatan jumlah mahasiswa yang mengambil blok secara zigzag / turun semester. 

4. Meningkatnya jumlah mahasiswa yang mengambil blok secara zigzag / turun semester akan memperpanjang masa studi mahasiswa tersebut yang akan berakibat menurunnya angka kelulusan S1 di setiap tahunnya. 

5. Menurunnya angka kelulusan S1 dapat mempengaruhi akreditasi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. 

6. Dengan syarat pengambilan blok hanya 9 SKS dalam semester remedial, hanya memungkinkan mahasiswa mengambil 1 blok besar pada semester remedial setiap tahunnya, hal ini tentu berpengaruh pada lamanya masa studi mahasiswa. 

Demikian hal-hal yang dapat kami sampaikan mengenai alasan penolakan terhadap surat ketentuan tersebut, atas perhatian dan kerjasama Dekan Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, kami sampaikan terimakasih.

Wassalamua’laikum wr.wb

Jakarta, Februari 2018

Hormat kami,

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI



Hari ini: Advokasi mengandalkanmu

Advokasi BPM/SEMA FKUY 2017/2018 membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Mahasiswa Aktif Fakultas Kedokteran Universitas YARSI: Menolak sistem remedial 9 SKS untuk Fakultas Kedokteran". Bergabunglah dengan Advokasi dan 441 pendukung lainnya hari ini.