Tersangkakan 6 Aparat Kepolisian yang Melanggar SOP pada saat Pengamanan #usuttuntas

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Apa Kabar para Pelaku tindakan Represif terhadap Mahasiswa yang melaukan Demonstran pada tanggal 26 September 2019, di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara. Sudah 18 Hari belum ada kejelasan mengenai penindakan Hukum terhadap para pelaku yang melakukan tindakan represif terhadap Para Demonstran yang mangakibatkan Gugurnya 2 Orang Mahasiswa Randi (21) akibat tertembak dan Yusuf Kardawi (19) akibat Luka benda tumpul. Sejauh ini berdasarkan hasil investigasi terdapat 6 anggota Kepolisian yang Melanggar Standar Operasional Prosedur, Institusi Kepolisian sudah memberikan sanksi kepada para Pelaku yang Melanggar SOP yakni di Copot dan di Bebas Tugaskan 1 anggota Perwira  yang berinisil DK dan 5 Orang Bintara yang berinisial AP, AM,MI,H dan FS keenamnyapun sudah berstatus sebagi Terperiksa.  

Sejauh ini Aparat Penegak Hukum telah mengamankan barang bukti tiga Proyektil hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian tiga Proyektil tersebut langsung di kirim ke Makassar untuk dilakukan Uji Balistik oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari tim inafis, kemudian belum ada titik kejelsan, 3 Proyektil tersebut kembali di lakukan Uji balistik ke Luar Negeri yaitu Belanda dan Australia tanpa di tentukan kapan batas waktunya. Tim investigasi gabungan Mabes Polri dan Polda Sulawesi Tenggara telah memeriksa 21 saksi untuk mengungkap kematian dua mahasiswa Universitas Halu Oleo randi (21) dan Yusuf Kardawi (19) diantaranya 16 Anggota Kepolisan, 1 Warga dan 2 Mahasiswa, tetapi belum ada titik kejelasan pelakunyapun belum terungkap.

Lambatnya pengungkapan pelaku pembunuhan terhadap 2 orang Mahsiswa Universitas Halu Oleo, kami menilai tindakan dari aparat kepolisian tidak serius dalam mengusut tuntas kasus pembunahan 2 orang mahsiswa Universitas Halu Oleo di depan Gedung DPRD Sultra. Uji balistik yang dilakukan oleh aparat kepolisian hanya menjadi strategi untuk mengkaburkan isu kematian 2 orang mahasiswa universitas halu oleo sebab 3 Proyektil tersebut sebelum dilakukan uji balistik sudah disentuh dan berpindah dari tangan ke tangan yang menjadikanya sulit untuk diungkap, jadi orientasi dari uji balistik tersebut hanya menetukan apakah proyektil tersebut milik anggota Polri atau bukan dan pasti berujung pada ketidakjelsan. Hal ini akan menciptakan kondisi mahasiswa yang apatis dalam menyampaikan Pendapat di muka umum, dan aparat keamanan makin brutal dalam melakukan pengamanan.

Sehingga melalui petisi ini skami ingin mengajak kawan-kawan semua, untuk bersama mendukung dan mendesak aparat penegak hukum agar segera mengungkap, memeriksa dan mengadili pelaku pembunuhan randi dan yusuf kardawi. Selain itu kami juga bersepakat  mendesak :

1.      Mendesak Kepala Bareskrim Mabes Polri untuk segera Menetapkan Aparat Kepolisian yang melanggar SOP Pada saat pengamanan di gedung DPRD Sulawesi Tenggara sebagai Tersangka pelaku pembunuhan 2 orang mahasiswa universitas Halu Oleo yusuf dan randi, dengan mempertimbangkan alat bukti yang ada seperti Keterangan Saksi, Keterangan Ahli dan Petunjuk.

2.      Meminta Presiden Republik untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang Independen untuk mengungkap kasus gugurnya 2 Orang Mahasiswa Universitas Halu Oleo  dengan mengusut keterlibatan 6 Anggota Kepolisian yang melanggara SOP.