MENOLAK EDARAN REKOMENDASI KEMENTRIAN AGAMA UNTUK MUBALIGH / PENCERAMAH

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


SURAT TERBUKA ATAS PENERBITAN REKOMENDASI MUBALIQ DARI KEMENTRIAN AGAMA

Kata Rekomendasi itu menurut KBBI artinya re·ko·men·da·si /rékoméndasi/ adalah:
1 Hal minta perhatian bahwa orang yang disebut dapat dipercaya, baik (biasa dinyatakan dengan surat); penyuguhan;
2 saran yang menganjurkan (membenarkan, menguatkan)
pengertian tersebut.

Rekomendasi secara sederhana bisa disebut sebagai saran yang menganjurkan, membenarkan, atau menguatkan mengenai sesuatu atau seseorang.
Rekomendasi ini sangat penting artinya untuk meyakinkan orang lain bahwa sesuatu atau seseorang tepat dan layak.

Dalam Merekomendasikan yang berbentuk Surat Pemberitahuan, biasanya adanya testimoni atau pengalaman atas penilaian yang mengunakan jasa tersebut dan ada penilaian kualitas terhadap mubaliq/penceramah itu.

Artinya kalau Mubaliq/ Penceramah yang direkomendasikan Kemenag tersebut mempunyai Kreteria Penilaian, Tingkat Kepuasan Jamaah, kemampuan komunikasi, penguasaan materi dan lainnya.

Sedangkan Kata Sertifikasi itu artinya merujuk pada proses atau prosedur atau serangkaian proses yang merujuk pada kejadian atau peristiwa hingga (untuk) seseorang atau lembaga mendapatkan sertifikat atau piagam.

Analoginya Sertifikasi Mubalig/ Penceramah berarti proses yang harus dilalui oleh seorang Mubaliq/ Penceramah untuk mendapatkan sertifikat atas kemampuan, jam terbang, dan jumlah jamaah dll. Ada Indikator dalam Penilaian tersebut, dan yang bersangkutan menjalani proses, bukan hanya atas dasar penilaian. Dengan sertifikasi itu artinya seorang Mubaliq /Penceramah bisa mendapatkan SK Dirjen dari Kemenang.

Pertanyaannya baik Rekomendasi, atau sertifikasi Mubaliq/ Penceramah yang dilakukan oleh Kemenag,
1. Kemenag melakukan Rekomendasi terhadap salah satu agama saja (Islam).
Kenapa tidak terhadap semua agama?
Ini diskriminasi!

2. Kreteria dan Dasar Penilaian rekomendasi maupun sertifikasi harus mempunyai Tolok Ukur atau Indikator. Hal ini tidak dijelaskan dan absurd.

3. Urgenitas Rekomendasi atau Sertifikasi tersebut dilakukan atas dasar apa?
Dan kegunaannya untuk apa? Inipun menjadi sangat abstrak.
Karena apa konsekwensinya jika tidak sesuai rekomendasi tersebut? Implikasinya bisa menjadi sangat luas bahkan bisa digugat pidana.

4. Rekomendasi akan menimbulkan penilaian yang substantif dan berbeda dimasyarakat atas Mubaliq/ Penceramah yang masuk dan yang tidak masuk dalam rekomendasi tersebut. Sedangkan faktanya penilaian yang dilakukan hanya berdasarkan pada masukan ormas, kemenag sendiri dengan subyektivitasnya yang tidak bisa dipertangung jawabkan.

5. Rekomendasi pada dasarnya personal guarantee / garansi perseorangan yang dimungkinkan harus selalu ada update, apakah Kemenag mempunyai divisi ini?

6. Bagaimana sistem pembiayaannya , sistem kerjanya dll ?

JADI APA DASAR KELAYAKAN KEMENAG MENGELUARKAN REKOMENDASI TERSEBUT ???

Hormat saya
F3



Hari ini: Farid mengandalkanmu

Farid Fakhrudin membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Lukman Hakim Saifuddin: MENOLAK EDARAN REKOMENDASI KEMENTRIAN AGAMA UNTUK MUBALIGH / PENCERAMAH". Bergabunglah dengan Farid dan 1.164 pendukung lainnya hari ini.