MEMINTA FIRST TRAVEL BERTANGGUNG JAWAB MEMBERIKAN HAK BERANGKAT DAN REFUND JAMAAH

0 telah menandatangani. Mari kita ke 2.500.


Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Teriring salam dan doa untuk Yang Terhormat Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Mentri Agama Lukman Hakim.

Saat ini ribuan jamaah First Travel sedang sangat kebingungan dengan kondisi yang terjadi di mana kami tidak mendapatkan hak kami meskipun sudah melunasi kewajiban kami. Sebagian jamaah memutuskan menunggu, sebagian memutuskan refund dan sebagian lagi menambah dana namun semua berujung pada KETIDAKPASTIAN, KEGAGALAN KEBERANGKATAN DAN REFUND. Hal ini juga terutama dikarenakan komunikasi dengan pihak FT yang sangat sulit. Nomor telepon, email ataupun komunikasi melalui WA, BBM tidak ditanggapi, datang ke kantor FT pun tetap tidak dapat jawaban memuaskan apalagi kejelasan keberangkatan dan nasib uang refund yang tidak segera cair. Komentar dan keluhan yang kami buat dan sampaikan di akun official facebook dan instagram FT hilang, dihapus dan pada akhirnya akun kami diblokir.

Semua keputusan selalu dibuat sepihak oleh FT dan kami hanya menerima keputusan dalam bentuk selebaran dan broadcast. Keputusan kerap dirubah secara sepihak oleh FT. Serta tidak semua jamaah mendapatkan kabar atau update atas keputusan yang telah dibuat oleh FT. Semua serba sepihak, abu-abu dan tidak jelas.

Dan kekhawatiran kami dimana saat ini FT masih melakukan promo dengan sangat gencar, maka akan lebih banyak korban yang terjaring terutama di daerah ataupun orang-orang yang tidak terjamah social media. Untuk itu kami mohon bantuan agar kasus kami mendapat perhatian khusus dari Yth Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Mentri Agama Lukman Hakim, agar segera menangani, menjembatani, mengawal dan menindak FT agar kasus ini dapat diselesaikan SEGERA tanpa merugikan jamaah sama sekali.

Kami sudah rugi moriil dan immateriil, sangat lelah lahir dan batin. Terbukti ratusan jamaah dari daerah beberapa kali terlantar di Jakarta tidak diberangkatkan. Dan sampai saat ini kami bingung kenapa belum ada tindakan nyata dari Kemenag terhadap FT walaupun kami sudah menyampaikan berulang kali keluhan kami ke Kemenag.

Yang menjadi pertanyaan bagi kami (dan ini juga kami dengar jadi pertanyaan masyarakat luas) kenapa Kemenag sebagai regulator terkesan lembek dan lambat dalam menangani dan menindak FT?

Ribuan korban menangis dan menderita atas sikap FT, khususnya sikap sang pemilik yang terkesan sangat angkuh dan bersikap masa bodo terhadap penderitaan jamaah. Mereka sangat susah untuk ditemui walau sudah ada beberapa pihak yang memediasi.

Para korban ada ibu penjual gorengan keliling, tukang sayur, buruh pabrik, supir, tukang pijit dan tukang urut yang menabung bertahun tahun menyisihkan dan menabung Rp.10.000 dan 20.000/hari agar bisa ketanah suci. Ada janda tua yang jualan hingga pinjam uang, ada PNS yang nabung dari uang sertifikasi, banyak masyarakat kecil yang jual harta benda dan tanahnya, ada yang berhutang pada bank. Dan banyak calon jamaah yang sudah sepuh berusia diatas 80 tahun, bahkan beberapa calon jamaah menjadi sakit dan beberapa calon jamaah telah meninggal dunia tidak keburu berangkat.

Kami sudah sabar menunggu sampai dua tahun lebih, kami sangat ingin ke Baitullah. Kami sudah kabarkan handai taulan, kami sudah melakukan berbagai macam persiapan baik lahir maupun batin. Seragam sudah dijahit, bahan makanan untuk acara pengajian sudah kami disiapkan. Ya! sebagian dari kami mengadakan acara pengajian dan selamatan sebagai acara pamitan dengan kerabat dan tetangga sekampung, kami sudah ambil cuti kerja dan cuti sekolah/kuliah. Beberapa dari kami bahkan sudah sedang dalam perjalanan menuju bandara dan ditengah jalan kami mendapatkan kabar bahwa keberangkatan kami dibatalkan, sebagian dari kami sudah terbang dari daerah sampai di Jakarta dan ternyata tidak jadi berangkat. Kami sudah berada di bandara, saat mau check-in bersama puluhan jamaah lainnya dalam satu kloter ternyata tiket yang kami dapatkan bodong. Kami menunggu siang malam, kami ditempatkan dihotel sekelas melati dekat bandara. Kami menunggu sepuluh hari dan akhirnya kami tetap tidak berangkat. Kami demo, kami menginap dikantor FT tapi semua sia sia. Kami tetap tidak berangkat dan malah pada akhirnya kami disalahkan FT. Justru kami yang difitnah menghambat keberangkatan jamaah yang lainnya. Masih banyak kisah cerita pilu dan derita kami dan ini kami sudah sampaikan dalam surat keluhan kami ke Kemenag dan YLKI.

Kami hanya ingin menarik biaya umroh yang sudah kami bayarkan sesegera mungkin bukan 90 hari kerja (5 bulan) dan berangkatkan semua calon jamaah yang memilih berangkat sebelum Idul Fitri 2017, baik calon jamaah yang tidak menambah biaya atau upgrade apalagi bagi yang sudah membayar biaya tambahan Rp.2.500.000 (Upgrade Reguler) + Rp.3.800.000 s/d Rp.5.000.000 (Upgrade Ramadan).

Sekali lagi kami mohon kepada Bapak Presiden dan Mentri Agama juga pihak terkait untuk membantu menjembatani dan menjadi penengah kami dalam menghadapi permasalahan ini, agar uang jamaah yang melakukan refund dapat segera dikembalikan 100% tanpa potongan apapum dan tanpa harus menunggu berbulan-bulan, serta yang memutuskan tidak refund dapat diberangkatkan SEGERA.  



Hari ini: Kawal mengandalkanmu

Kawal Korbanft membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Lukman Hakim Saifuddin: FIRST TRAVEL BERTANGGUNG JAWAB MEMBERIKAN HAK BERANGKAT DAN REFUND JAMAAH". Bergabunglah dengan Kawal dan 1.719 pendukung lainnya hari ini.