Petisi ditutup

Bayarkan Sertifikasi/ Tunjangan Profesi Guru yang Tak Dibayar dari Tahun 2016

Petisi ini mencapai 10 pendukung


Mohon bantuannya untuk disebarluaskan terkait keterlambatan/ kelalaian yang sepertinya disengaja oleh pemerintah (Departemen Agama). Hal ini dilakukan untuk membantu menyampaikan aspirasi para guru agama sekolah swasta umum sebagai bentuk tanggung jawab sosial atas kewajiban pemerintah dalam menjalankan program yang telah tertuang sesuai Peraturan Menteri No. 18 Tahun 2007 tentang Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau Sertifikasi Guru.

FKG PAI SUMUT (Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam Sumatera Utara) yang keseluruhan tercatat sebagai Tenaga Pendidik Bidang Studi Agama Islam Non PNS memberitahukan bahwa terhitung mulai dari bulan Nopember 2016 hingga saat ini bulan Agustus 2017 terkait dana Tunjangan Profesi Guru/ Sertifikasi Guru belum terealisasi. Para guru ini  memohon kepada Kanwil Kementrian Agama Sumatera Utara agar segera mencairkan TPG tersebut yang sangat dibutuhkan oleh para guru.

Beberapa usaha yang telah dilakukan oleh para guru untuk meminta HAK mereka adalah:

  1. Telah melakukan pertemuan ke KEMENTRIAN AGAMA Medan sebanyak lebih dari 3 Kali
  2. Bertemu dengan Kantor Wilayah sebanyak 3 Kali
  3. Bertemu dengan Anggota DPR RI:
  • H. Raden Muhammad Syafii SH,MH (ROMO).
  • H. Hasrul Azwar.

Keseluruhan pertemuan yang telah dilakukan sampai saat ini belum menemukan titik terang/ kejelasan tentang pencairan dana TPG/ Sertifikasi. Beberapa pertanyaan yang ingin disampaikan sesuai dengan HAK para guru tersebut adalah:

  1. Sesuai informasi yang diperoleh dari Kabid (Kepala Bidang) PAI (Pendidikan Agama Islam) Sumatera Utara bahwa dana Sertifikasi ini harusnya sudah TURUN dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah (Provinsi), namun mengapa hingga saat ini dana yang katanya sudah turun itu belum juga sampai ke kantong para guru? Bahkan sudah menunggak dari Nopember 2016. Sudah hampir setahun dana ini tidak dicairkan!
  2. Seluruh Dana TPG untuk Guru PNS sudah cair, bahkan untuk guru di sekolah swasta berbasis agama (madrasah) juga sudah cair. Mengapa hanya guru agama non PNS yang berada di sekolah umum saja yang belum keluar padahal harusnya sudah keluar (sesuai poin nomor 1)?
  3. Para guru ini juga bertanya terkait status TPG (Tunjangan Profesi Guru) untuk guru agama non PNS yang berada di sekolah umum khusus Nasrani, Hindu, dan Buddha (selain Agama Islam) dan menemukan fakta bahwa TPG untuk kesemuanya sudah dibayar dan ketika ditanya, pihak KANWIL menjelaskan bahwa dana guru itu sudah cair dikarenakan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sedangkan guru Agama Islam masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Mengapa dilakukan perbedaan anggaran untuk masing-masing guru padahal kesemuanya sama-sama guru Agama? Mengapa yang satu diambil dari APBD sedangkan yang satu dari APBN? Dan jika dana yang APBD sudah lancar, mengapa dana yang APBN belum juga cair padahal dana sudah turun dari pusat (kembali lagi pada poin nomor 1)?

Harapan dari dibuatnya berita ini adalah agar pemerintah segera memberikan hak atas guru-guru ini dan segera mencairkan dana TPG tersebut untuk membantu para guru dalam menafkahi keluarganya masing-masing. Semoga dapat segera di highlight up.

“GURU ADALAH UJUNG TOMBAK GENERASI BANGSA. GURU AGAMA ADALAH UJUNG TOMBAK GENERASI BANGSA BERAKHLAK KARIMAH!. BERI KESEJAHTERAAN BAGI GURU”



Hari ini: Rahmi Ambarita mengandalkanmu

Rahmi Ambarita Saragih membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Lukman Hakim Saifuddin: Bayarkan Sertifikasi/ Tunjangan Profesi Guru yang Tak Dibayar dari Tahun 2016". Bergabunglah dengan Rahmi Ambarita dan 9 pendukung lainnya hari ini.