"Lombok Bencana Nasional" atau "2019 Lombok Golput Total"

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Sejak tanggal 29 Juli 2018 lalu, Pulau Lombok diguncang gempa yang tiada putus. Puncaknya adalah gempa besar berkekuatan 7,0 SR pada 5 Agustus 2018 yang dampaknya dirasakan di hampir seluruh wilayah Pulau Lombok dan sebagian luar Pulau Lombok. Data terbaru dari BNPB (dihimpun dari laman https://news.detik.com/berita/4160514/bnpb-korban-tewas-gempa-lombok-bertambah-jadi-321-orang korban meninggal mencapai 321 jiwa dari seluruh kabupaten di Pulau Lombok (terbanyak di Kabupaten Lombok Utara dan 2 di antaranya adalah korban di Denpasar. Pengungsi berjumlah 270.168 jiwa tersebar di ribuan titik tenda darurat dan masih banyak titik kamp darurat yang diinisiasi warga yang belum tersentuh bantuan karena berada di lokasi perbukitan dan minim akses. Mereka bertahan hidup dengan kemampuan seadanya. Kerusakan fisik meliputi 67.857 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit musala rusak, dan 20 unit perkantoran rusak (data ini bersifat sementara). Kerusakan ini menyebabkan penanganan medis, distribusi bantuan, dan lain-lain ikut terhambat.

Saya akui Anda keren, Heb, karena pada saat orang panik Anda masih lancar bicara politik. Tapi, lihatlah bahwa “Seribu Masid” telah rubuh, berganti “Seribu Tenda”. Kami berteriak agar status Bencan Lokal di Lombok diganti menjadi Bencana Nasional tapi tetap tidak mau didengar. Kami manusia, bukan angka stasistik yang terus bergerak. Bencana tidak bisa ditakar dengan aturan normatif dan angka-angka. Kami tidak pernah memilih takdir untuk tinggal di Lombok yang kecil dan terpencil, hingga pantas kau perlakukan tidak adil. Kami bukan pengemis, tapi itu bukan berati kami harus mengais dan menanggung dosa geografis. Kami tidak minta berlebih dan nilai tambah, hanya semacam tawar menawar yang searah.

Di Pemilu nanti, mereka yang mati, memang tak punya hak suara lagi. Tapi, jika Anda tetap tak punya hati, maka suara GOLPUT kami, sudah bisa Anda hitung mulai hari ini.



Hari ini: Lembaga Riset Kebudayaan dan Arus Komunikasi (Literasi) NTB mengandalkanmu

Lembaga Riset Kebudayaan dan Arus Komunikasi (Literasi) NTB membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi ""Lombok Bencana Nasional" atau "2019 Lombok Golput Total"". Bergabunglah dengan Lembaga Riset Kebudayaan dan Arus Komunikasi (Literasi) NTB dan 1.297 pendukung lainnya hari ini.