GRATISKAN RAPID TEST UNTUK PESERTA UTBK SBMPTN YANG KURANG MAMPU

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Ditengah-tengah kondisi seperti ini, tentu semua harus berjalan sebagaimana mestinya.Tak terkecuali para calon mahasiswa yang sedang mencari perguruan tinggi pilihannya.

Sungguh membingungkan, sejak awal kami sudah bingung dengan kebijakan ltmpt yang sungguh merepotkan dan membingungkan.

Dari mulai tanggal ujian yang tak pasti, sesi ujian yang tak pasti, serta persiapan apa saja yang harus dibawa pun tak pasti.

Apalagi dengan kebijakan terbaru ltmpt yg sangat mendadak, hari ini terdengar desas desus mereka nyatakan sebagai hoax, namun keesokan harinya mereka mengubah hoax tersebut menjadi kenyataan.

Dimana pelaksanaan UTBK SBMPTN ditunda, dibagi menjadi 2 gelombang. Kenapa tidak dari dulu? Kenapa tidak dilakukan sebelum peserta melakukan finalisasi? Bagaimana nasib peserta yang memilih pusat utbk diluar daerah provinsinya? Kalau tidak diperbolehkan, kenapa tidak dari dulu? Tentu ada alasan peserta memilih pusat utbk di luar daerahnya.

Belum lagi adanya desas desus yang mewajibkan peserta melakukan rapid test, apa itu tidak membebani siswa yang kurang mampu?

Kita semua tahu biaya rapid test tidaklah murah,oke lah tidak masalah bagi siswa penerima KIP-K pendaftaran UTBK gratis, namun biaya rapid test yang mencapai 500 ribu rupiah bukankah sama saja bohong?

Waktu terus berjalan namun tak ada kepastian, kami tidak minta digratiskan, kami hanya ingin membantu teman² kami yang tidak mampu untuk Rapid Test.

Maka kami meminta pihak LTMPT bekerja sama dengan Kemenkes RI untuk pengadaan Rapid Test gratis bagi peserta UTBK SBMPTN, terlebih lagi bagi yang kurang mampu

Sekian 

Terimakasih