Ganti Kekonyolan Pemira FBS Unesa 2018 dg pelaksanaan yang Rasional, Efektif & Demokratis

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Hidup Mahasiswa!!!

Pemilihan Umum Raya atau sering dikenal dengan Pemira telah kita ketahui secara bersama yaitu pesta demokrasi tahunan pada Universitas/Fakultas/Jurusan yang pada umumnya dislenggarakan setiap 1 tahun sekali di Perguruan Tinggi untuk meregenerasi struktural Organisasi Kemahasiswaan periode yang baru. Menjelang akhir tahun 2018 di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya, Organisasi Kemahasiswaan/ORMAWA (BEM,DPM & HMJ selingkung FBS Unesa) selaku lembaga yang berwenang dan bertanggungjawab penuh mulai dari pembentukan elemen penyelenggara pemira hingga berakhirnya masa kerja penyelenggara pemira bahwasannya mereka telah bersepakat akan mengadakan pesta demokrasi tersebut pada bulan Desember 2018.

Namun pada kenyataannya masih banyak kejanggalan serta kecacatan prosedur dalam persiapan penyelenggaraan pemira tahun ini. Penjadwalan tahapan-tahapan pelaksanaan pemira yang dijadwalkan oleh Komisi Pemilihan Umum Raya FBS Unesa cenderung sangatlah tidak rasional hal ini diketahui setelah adanya sosialisasi pemira FBS Unesa pada hari Selasa, 04 Desember 2018. Pertama, sosialisasi mengenai pelaksanaan pemira dilaksanakan pada minggu tenang (hari libur menjelang uas) hal ini pihak penyelenggara seakan tidak dapat memberikan alternatif yang baik bagi seluruh mahasiswa fbs unesa utk dapat berpartisipasi guna mendapati informasi secara menyeluruh mengenai Pemilihan Umum Raya FBS Unesa 2018 kepada segala elemen kemahasiswaan FBS. Kedua, terdapat kejanggalan pada penjadwalan pemungutan surat suara atau Hari-H pencoblosan di TPS karena dijadwalkan pada tanggal 18 Desember 2018 yang notabene pada kalender akademik kampus tercantum masuk pada hari-hari Ujian Akhir Semester minggu ke 2 pada Universitas Negeri Surabaya. Hal ini belum lagi pelaksanaan UAS yang sangat variatif metodenya dari berbagai jurusan selingkung FBS antara lain UAS Take Home, Pameran seni, Pertunjukan seni bahkan ada jurusan yang dikemas secara praktis UAS hanya dilaksanakan 1 minggu saja yaitu pada minggu pertama. Lantas bagaimana bisa KPUR sangat konyol dengan memilih tanggal tersebut? Yang seharusnya dihindari karena Jauh dari kata Layak untuk hari pelaksanaan pemungutan suara pemira dengan mempetimbangkan hari-hari tersebut adalah hari sibuk bagi seluruh mahasiswa Unesa. Fakta dilapangan pun tak banyak yg hadir pada saat sosialisasi karena tak lebih dari 50 mahasiswa yang mengikuti sosialisasi, padahal terhitung di Fakultas Bahasa dan Seni terdapat lebih dari 4000 mahasiswa aktif. Layakkah 50 orang tersebut hanya dianggap sbg representatif dari mahasiswa yang lainnya? Lalu mengapa Bawaslu sebagai Badan Pengawas Pemilihan Umum Raya FBS Unesa diam saja? Dan tidak mempersoalkan hal ini? Dimana letak ketegasan dan profesionalitas dari Bawaslu??

Dapat kita ketahui bersama hal tersebut diatas telah bertentangan dengan Permawa-F Nomor 1 Tahun 2018 tentang PEMILIHAN UMUM RAYA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2018 Bab II mengenai asas dan pelaksanaan pasal 3 "Ketua dan Wakil Ketua BEM, Ketua dan Wakil Ketua HMJ, dan Anggota DPM FBS Unesa dipilih oleh seluruh mahasiswa aktif FBS Unesa secara demokratis berdasar asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil." Dan pasal 4 "Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM, Ketua dan Wakil Ketua HMJ, dan Anggota DPM FBS Unesa dilaksanakan setiap satu periode sekali."

Pada dua hal tersebut saja kita sebagai mahasiswa dapat melihat bahwa pihak penyelenggara tidak bisa profesional dengan mengacu peraturan yang sudah ada sehingga dapat dinilai KPUR & Bawaslu cacat prosedur. Adapun hal lain dimana KPPS adalah perangkat dari KPUR yang Seharusnya dapat menjaga sikap independensi dalam penyelenggaraan pemira dan jelas dilarang berafiliasi dengan pihak manapun dan  tidak boleh menerima intervensi apapun dari siapapun, namun ditemui di salah satu jurusan yang masih berkoordinasi meminta bantuan dengan Lembaga Organisasi Kemahasiswaan "HMJ" tentang salah satu pelaksanaan agenda pemira.

BERIKUT YANG MENJADI SOROTAN DAN PERTANYAAN BESAR BAGI KITA SEMUA MAHASISWA BIASA.   

APAKAH PEMIRA FBS HANYA UNTUK MEREKA YANG ITU-ITU SAJA? KITA KETAHUI SEMUA MAHASISWA MEMILIKI HAK UNTUK MENGIKUTI KONTESTASI PESTA DEMOKRASI DENGAN MEMENUHI PERSYARATAN ADMINISTRATIF.

JIKA SOSIALISASINYA MENDADAK BAGAIMANA MAHASISWA MEMPERSIAPKAN PERSYARATAN TERSEBUT DI MINGGU TENANG? 

MENGAPA MENGAMBIL TANGGAL PENCOBLOSAN DI MINGGU UAS YANG SANGAT TIDAKLAH EFEKTIF UNTUK DISLENGGARAKAN PEMILIHAN UMUM RAYA?

BAGAIMANA TUGAS PENYELENGGARA? SIAPA ORMAWANYA? PEMIRA UNTUK SIAPA? 

*) Dengan kecacatan-kecacatan yang telah terjadi tersebut saya selaku Mahasiswa Biasa/(anonim) menghimbau kepada seluruh masyarakat FBS pada umumnya dan mahasiswa FBS Unesa pada khususnya untuk:

1. Mendesak dan menuntut pihak Penyelenggara Pemira FBS yaitu KPUR & KPPS untuk menjadwalkan ulang dari tahapan-tahapan PEMIRA dihari efektif (diluar minggu tenang & Hari UAS).

2. Menuntut ketegasan dan profesionalitas Bawaslu & panwaslu sebagai badan hukum pengawas pemilihan umum raya FBS Unesa yang objektif dalam mengawasi seluruh tahapan dan pelaksanaan pemira.

3. Menuntut sikap independensi penyelenggara Pemira diantaranya KPUR, KPPS, Bawaslu & Panwaslu dengan tidak memihak SIAPAPUN dan menerima intervensi APAPUN dari pihak MANAPUN.

4. Menuntut sosialisasi ulang mengenai penyelenggaraan pemira/KPUR dengan adanya pemberitahuan secara menyeluruh dengan selang waktu yang benar-benar cukup sehingga diketahui oleh seluruh elemen mahasiswa.

5. Menuntut penyelenggara Pemira FBS Unesa untuk lebih memahami peraturan yang sudah ada untuk diterapkan secara langsung, jujur, adil dan Tegas.

6. Menghimbau seluruh mahasiswa aktif FBS untuk turut serta mengawal dan mengikuti proses penyelenggaraan pemira FBS unesa guna menciptakan pemira fbs secara demokratis, damai dan adil.

HIDUPLAH MAHASISWA !!! PANJANG UMUR DEMOKRASI KAMPUS!!!



Hari ini: Sopo mengandalkanmu

Sopo Nyono membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "KPUR, Bawaslu, KPPS & Panwaslu: Slenggarakan Pemira FBS Unesa yang Demokratis dg asas Luberjurdil". Bergabunglah dengan Sopo dan 142 pendukung lainnya hari ini.