Bentuk Tim Independen Pencari Fakta Kecurangan Pemilu/Pilpres 2019

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.



Pemilu serentak 2019, seperti banyak diberitakan, merupakan pemilu paling rumit di dunia. Sampai 23 April 2019 tercatat sudah 119 orang meninggal dunia dan 548 orang sakit karena proses pelaksanaan pemilu yang rumit dan melelahkan. Kebanyakan dari mereka adalah para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Selain paling rumit di dunia, Pemilu 2019 banyak disebut sebagai Pemilu paling buruk pasca-reformasi. Sejak dari awal masa kampanye keterlibatan Aparat Sipil Negara (ASN) dan aparat dalam aksi dukung dan pengerahan untuk memenangkan salah satu kubu/calon dipertontonkan telanjang mata di depan publik. Lembaga pengawas dan aparat penegak hukum yang diharapkan menjadi wasit yang netral, jauh panggang dari api.

KPU sebagai penyelenggara pemilu 2019 juga berkinerja sangat buruk. Di berbagai tempat ditemukan kasus kecurangan dalam proses pencoblosan yang menjadi viral di media sosial, dan tidak mendapatkan penanganan yang memadai baik oleh pelaksana, pengawas maupun aparat penegak hukum. Bahkan KPU sendiri ikut menyumbang kekisruhan dengan banyaknya kasus kesalahan input data C-1 baik oleh KPU di Pusat maupun Daerah yang merugikan salah satu calon. Berbagai kesalahan yang terus berulang ini juga yang paling parah sejak reformasi. Dan ini menjadi ironi ketika era teknologi informasi semakin maju.

Berbagai kekisruhan tersebut jika tidak segera ditangani secara transparan, jujur dan adil bisa memicu kerawanan sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat. Karena Pemilu yang jujur dan adil adalah pilar utama tempat demokrasi disandarkan. Tanpanya legitimasi rakyat terhadap pemimpin dan wakil rakyat yang dihasilkan lewat pemilu menjadi lemah.

KPU yang kinerjanya sangat lemah tidak boleh dibiarkan bekerja sendirian. Oleh karena itu Petisi ini mengajak seluruh elemen bangsa mendukung dibentuknya Tim Independen Pencari Fakta Kecurangan Pemilu, seperti diinisiasi oleh Direktur Lokataru, Haris Azhar. Pembentukan Tim Independen Pencari Fakta Kecurangan Pemilu ini diperlukan untuk memastikan kursi kepemimpinan nasional dan lembaga perwakilan rakyat diperoleh dengan hasil pemilu yang jujur dan adil bersih dari kecurangan.

Tim harus diisi oleh tokoh-tokoh yang dipercaya rakyat sebagai sosok yang independen, berintegritas dan tidak berafiliasi dengan calon yang bersaing dalam Pemilu 2019.