DESAK KPAI, KPPAD, KOMNAS HAM dan KEPOLISIAN Berikan Keadilan untuk Audrey

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


#JusticeForAudrey

Seorang siswi SMP berumur 14 tahun bernama Audrey Dikeroyok 12 Siswa SMA di Pontianak. Penganiayaan ini berawal dari Masalah Asmara dan Celoteh di Facebook antara Audrey dengan salah satu otak pelaku penganiayaan. Audrey, Siswi SMP yang baru berusia 14 tahun itu kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang cukup parah yang dideritanya.

Kasus pengeroyokan siswi SMP itu juga telah ditangani pihak kepolisian setempat dan terus dikembangkan dalam proses penyelidikannya. Kita baru saja mendapatkan limpahan berkasnya," ucap Nurhasah saat diwawancarai, Senin (8/4/2019). Lanjut disampaikannya dalam proses pengembangan kasus ini akan memanggil pihak orangtua korban. 

"Kita akan panggil orangtua korban," pungkas Inayatun.Saat ini korban pengeroyokan yang merupakan siswi SMP tengah mendapatkan perawatan intensif. Pemeriksaan dilakukan di Unit Radiology, Rumah Sakit Mitra Medika, Senin (8/4/2019) untuk memastikan seberapa parah luka dan traumu yang dialami oleh korban. Bahkan saat ini, tengah dilakukan pemeriksaan bagian tengkorak kepala dan dada untuk mengetahui trauma yang diakibatkan dari pengeroyokan tersebut karena selain memukuli korban dibeberapa bagian tubuhnya, memasukkannya kekeranjang sampah para pelaku juga membenturkan kepala korban beberapa kali ke aspal.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meminta pihak kepolisian dan dinas pendidikan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kejadian kekerasan antar sesama pelajar ini. Agar tidak menjadi preseden buruk terhadap dunia pendidikan yang ada di Kota Pontianak.

KRONOLOGI KEJADIAN

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar telah menggelar konferensi pers terkait penganiayaan yang tengah menjadi perbincangan khalayak ramai yang dilakukan oleh 12 pelajar dari berbagai SMA terhadap seorang siswi SMP 17 Pontianak berusia 14 tahun. PPAD selaku lembaga yang bergerak dibidang perlindungan anak akan memberikan pendampingan baik pada korban maupun pada pelaku.

Wakil Ketua KPPAD, Tumbur Manalu yang hadir saat konferensi pers menceritakan kronologi kejadian penganiayaan tersebut. Tumbur Manalu menjelaskan. Penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban yang merupakan siswi SMP tersebut sebenarnya terjadi sekitar dua pekan lalu.

"Kejadian dua pekan lalu, Jumat (29/3/2019) namun baru dilaporkan pada orangtuanya, hari Jumat (5/4/2019) ada pengaduan ke Polsek Pontianak Selatan. Kemudian kita dari KPAD langsung menerima pengaduan," ucap Manalu saat memberikan keterangan di Kantor KPPAD, Senin (8/4/2019).

Ia menjelaskan korban tidak berani melapor karena mendapat ancaman dari pelaku, pelaku mengancam akan berbuat lebih kejam lagi apabila korban melaporkan pada orangtua apalagi kepada kepolisian atau pihak sekolah pelaku.

Korban merasa terintimiddasi sehingga tak berani melapor, namun setelah dilaporkan pada pihak kepolisian, pada hari itu langsung ada proses mediasi di Polsek Pontianak Selatan, proses sidiknya terhadap pelaku masih berjalan," tambahnya.

Tumbur Manalu menceritakan kronologi awalnya terjadinya pengeroyokan secara brutal dari 12 siswa SMA terhadap siswi SMP tersebut adalah akibat berbalas komentar di jejaring sosial media facebook. Salah seorang pelaku tidak terima dengan komentar korban kemudian melakukan perencanaan dan mengajak teman-temannya untuk  memberikan korban pelajaran.

Para pelaku menyusun rencana dengan menjemput korban dan membuat alasan bahwa ada hal yang ingin dibicaran, karena tidak merasa curiga akhirnya korban menuruti ajakan pelaku. Sebetulnya aktor utama tiga orang dan sisanya membantu," ucap Manalu. Korban dijemput dengan alasan ada yang mau disampaikan dan diomongkan, korban akhirnya bersedia ikut bersama pelaku dan dibawalah ke Jalan Sulawesi. "Ketika sampai di Jalan Sulawesi korban diturunkan diinterogasi para pelaku yang disertai penganiayaan secara brutal oleh para pelaku dan aktor utamanya yang tiga orang tersebut dan rekannya yang membantu ada 9 orang sehingga total ada 12 orang," katanya.

Para pelaku menendang perut Audrey berkali-kali, lalu dicekik dan disiram air secara bergiliran dan wajah korban ditendang dengan sendal gunung sehingga terjadi pendarahan dalam hidung korban serta di kepala ada benjolan dan kebanyakan luka dalam.

Parahnya lagi, para pelaku itu melukai bagian organ intim korban dengan cara ditusuk hingga terluka. Masalah ini kabarnya muncul akibat saling sindir di WhatsApp terkait dengan hubungan asmara salah satu pelaku berinisial Da.

Da adalah pacar dari mantan kekasih kakak Audrey. “Semua pelaku adalah teman kakaknya. Mereka menggunakan korban untuk memancing kakaknya keluar dari rumah,” ujar @syarifahmelinda.

Kasus inipun segera menjadi viral setelah akun @syarifahmelinda mencuitkan kisah Audrey yang di-bully teman-teman kakaknya. Reaksi kemarahan warganet diarahkan kepada para pelaku yang merupakan siswa perempuan dari berbagai SMA di Pontianak.

Korban dianiaya di dua lokasi, selain di Jalan Sulawesi korban juga dianiaya di Taman Akcaya. Sebetulnya, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang didapatkan KPPAD, target pelaku bukanlah korban yang saat ini. Tapi kakak sepupu korban.

"Permasalahan awal karena masalah cowok. Menurut info kakak sepupu korban merupakan mantan pacar dari pelaku penganiayaan ini. Di media sosial mereka saling komentar sehingga pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar itu," tambahnya.

KELUARGA KORBAN BUNGKAM

Sementara itu, keluarga korban penganiayaan yang dilakukan 12 siswa SMA, memilih bungkam ketika akan dikonfirmasi Tribun Pontianak.

Korban berinisial AU (14) saat ini mengalami perawatan intensif disebuah rumah sakit swasta di Kota Pontianak, ia mengalami trauma naik fisik maupum pisikologis.

Ia juga dirujuk pada Rumah Sakit Mitra Medika untuk menjalani rontgen untuk memeriksa tengkoran kepala karena dibenturkan pada aspal dan trauma bagian dada akibat mengalami aniaya. Namun pihak keluarga memilih bungkam terhadap kasus yang dialami UA.

Setelah melakukan pemeriksaan tengkorak kepala dan Dada, ia dibawa kembali ke RS tepat ia dirawat secara intensif.

MARI KITA KAWAN KASUS INI SAMPAI BENAR-BENAR ADA KEADILAN BUAT AUDREY

#JusticeForAudrey#JusticeForAudrey#JusticeForAudrey#JusticeForAudrey#JusticeForAudrey

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Siswi SMP Pontianak Dikeroyok Brutal 12 Murid SMA! Masalah Asmara & Buntut Komentar di Media Sosial, http://pontianak.tribunnews.com/2019/04/08/siswi-smp-pontianak-dikeroyok-brutal-12-murid-sma-masalah-asmara-buntut-komentar-di-media-sosial?page=all
Penulis: Syahroni