Tri Hita Karana pantas menyandang penghargaan Nobel Perdamaian!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


 Tri Hita Karana merupakan filosofi Hindu Bali yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, Lingkungan, dan sesama Manusia. Filosofi ini merupakan inti dari budaya tradisional Bali, dan telah berhasil menciptakan alam toleransi serta perdamaian bagi kehidupan masyarakat Bali yang multikultural.

 Saat ini dunia sedang menghadapi situasi yang sulit seiring dengan meningkatnya ekstremisme dan radikalisme, yang telah menciptakan teror, permusuhan, serta intoleransi. Padahal dua dekade yang lalu, ketika dunia memasuki abad ke-21, ada harapan serta mimpi yang besar untuk menciptakan era yang penuh perdamaian dan toleransi serta menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia

  Tri Hita Karana merupakan filosofi yang sangat jarang ditemui dalam kebudayaan lain. Hal ini disebabkan perkembangan jaman yang pesat telah menggerus banyak aspek kebudayaan tradisional, fenomena yang terjadi secara luas di seluruh dunia. 

  Pemberian penghargaan Nobel Perdamaian kepada filosofi Tri Hita Karana tidak hanya dapat melestarikan ajaran tradisional tersebut, melainkan juga dapat mengangkatnya sebagai sebuah ideologi baru yang mampu memperkuat pola pikir serta kepedulian umat manusia agar senantiasa hidup dalam toleransi dan perdamaian, serta memecahkan masalah kemanusiaan, dimulai dari kesadaran manusia.

 Pengakuan terhadap Tri Hita Karana melalui penghargaan Nobel Perdamaian akan menyelamatkan jutaan manusia di seluruh dunia, yang sampai detik ini masih hidup dibawah perang saudara, pelanggaran Hak Asasi Manusia, teror, ekstremisme, dan radikalisme akibat hilangnya toleransi dan perdamaian.

Sehingga "mimpi abad ke-21" yang pernah kita dambakan akan terwujud dan tetap abadi selamanya....

 

Tri Hita Karana is a Balinese Hindu philosophy that emphasizes the harmony of human relations with God, the Environment, and fellow humans. This philosophy is at the core of Balinese traditional culture, and has succeeded in creating a world of tolerance and peace for the lives of multicultural Balinese people.

These days, the world is facing a difficult situation along with increasing extremism and radicalism, which have created terror, hostility and intolerance. Even though two decades ago, when the world entered the 21st century, there were great hopes and dreams to create an era of peace and tolerance and uphold human rights.

Tri Hita Karana is a philosophy that is very rarely found in other cultures. This is because the rapid development of the era has eroded many aspects of traditional culture, a phenomenon that occurs widely throughout the world.

The awarding of the Nobel Peace Prize to the philosophy of Tri Hita Karana not only can preserve the traditional teachings, but also could be growth as a new ideology that is able to strengthen the mindset and concern of humanity and grow the spirit to always live in tolerance and peace, starts from people consciousness.

Recognition of Tri Hita Karana through the Nobel Peace Prize will save millions of people around the world, who recently still live under civil war, violations of Human Rights, terror, extremism and radicalism due to loss of tolerance and peace.

So that the "21st century dream" that we have ever dreamed of will come true and remain forever......