Penghapusan Sistem Status Keanggotaan IKM

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Sistem Status IKM tercatat hadir sejak dibentuknya IKM UI pada tahun 1999 melalui AD/ART IKM UI 1999. Pada waktu itu penggunaan nomenklaturnya adalah anggota muda dan anggota biasa, yang sekarang adalah anggota biasa dan anggota aktif.

 

Tujuan mulia diberlakukannya sistem ini selain sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang sudah berusaha aktif dalam rangkaian pembinaan anggota, juga sebagai mekanisme uji kelayakan bagi anggota yang sekiranya berniat baik untuk memegang amanah di dalam keorganisasian di IKM UI.

 

Namun dalam perjalanannya, Sistem Status IKM tidak terlepas dari banyaknya kenyataan yang menyimpang dari tujuan awal. Tidak juga terlepas dari berbagai kritik dari tahun ke tahun, yang tidak membuahkan hasil apapun karena kita memilih untuk mempertahankan tradisi yang ada alih-alih mengevaluasi sistem yang mungkin sudah tidak relevan. 

 

Pada kenyataannya, sistem ini justru hadir sebagai penghambat bagi teman-teman yang punya niat baik untuk berkontribusi lebih kepada mahasiswa, UI dan Indonesia. Hampir seluruh persidangan yang dilakukan dalam lingkup yudikatif mahasiswa dan hukum yang ditegakkan hanya berputar pada sekitar topik pelanggaran penggunaan hak Status IKM Biasa. Hal ini justru terlihat seperti kita menghalangi teman sendiri, bukannya berusaha bersama mencapai kesejahteraan mahasiswa.

 

Rasanya tidak adil jika kita menilai kelayakan seseorang dari kejadian yang jauh di masa lampau. Untuk menguji apakah seseorang mempunyai kapabilitas untuk menempati suatu posisi strategis pun kita telah mempunyai mekanisme tersendiri seperti Bidding, UKK dan FPT. Lalu untuk apa hadirnya Status IKM selain hanya penilaian masa lalu yang mungkin sudah tidak relevan lagi dipakai pada saat yang aktual karena yang bersangkutan sudah berubah jauh dari dirinya yang dulu? Memilih untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menebar manfaat?

 

Jika kehadiran Status IKM ini menjadi justifikasi dalam argumen "Biar mereka semangat menjalani masa pembinaan anggota baru", saya rasa itu adalah suatu bentuk mengibarkan bendera putih terhadap usaha yang telah dilakukan untuk membuat acara itu sendiri. Sekiranya acara yang diadakan adalah acara yang baik, bermanfaat dan menarik tentu akan membuat peserta justru menanti-nanti keesokan hari saat rangkaian selanjutnya akan berhelat. Namun jika peserta merasa bahwa acara yang dibuat oleh kita sebagai kakak tingkat kurang bermanfaat, untuk apa kita menyalahkan mereka jika mereka tidak berkenan untuk hadir? Tentu wajar jika mereka lebih memilih kegiatan ekstra kampus atau berlatih minat bakat mereka seperti untuk menjadi kontingen dalam lomba. Seharusnya evaluasi dirilah yang kita lakukan, bukannya memaksa mereka yang harus dievaluasi dengan memberi cap IKM Biasa dan mencabut hak mereka untuk memberi kebermanfaatan bagi sesama.

 

Sistem lama ini akan terus ada merenggut hak mereka yang masuk sebagai keluarga baru dalam IKM UI, jika kita tidak bergerak dari sekarang.

 

Ambil andillah dalam perubahan!



Hari ini: Hidayatul mengandalkanmu

Hidayatul Fikri membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kongres Mahasiswa IKM UI : Penghapusan Sistem Status Keanggotaan IKM". Bergabunglah dengan Hidayatul dan 309 pendukung lainnya hari ini.