Jodan dibully oleh teman-teman satu komplek dan orang tuanya

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Keponakan saya, Jodan namanya. Anak kecil berusia 3 tahun biasa bermain bersama teman-temannya, entah berawal dr mana namun Jodan selalu menjadi yang disalahkan . Tidak jarang saya, kaka saya (orang tua Jodan) dan ibu saya(nenek Jodan) lihat dengan mata kepala sendiri Jodan dipukuli, di dorong dan dilarang bermain dengan temannya. Saat dibully fisik, mungkin kalian pikir kami diam? Tidak, kami marah. Tidak lewat batas, sekedar memberi tahu tidak boleh seperti itu.
Tapi selanjutnya orangtuanya yang turun tangan, dengan menulis status seperti tidak terima anaknya dimarahi dan bergosip kepada warga komplek hingga saya pikir mereka bilang pada anak anak mereka untuk tidak bermain dengan Jodan. Dan pada akhirnya setiap Jodan ingin bergabung bermain di berlakukan berbeda.
Bahkan ada seumuran Jodan yang sangat saya tidak sangka pandai berakting, dari mulai mengadu dia dilempar batu, dan Jodan mendorong hingga terjatuh. Saat itu saya dilokasi kejadian dan saya tahu apa yang terjadi , gadis itu yang memulai duluan seperti menciwit saat dekat dengan Jodan(agar saya melihat). Lalu dia bilang ke mamanya dan mamanya hanya mengadu ke kaka saya karna saya tidak bertindak.
Puncaknya kemarin, Jodan disepak bola oleh seorang laki laki kelas 6SD, mengarah tepat kemukanya. Ibu saya lihat dengan jelas dan langsung marah. Ibu saya melakukan pembelaan dengan berkata "anak situ sudah punya otak, anak saya belum". Maksudnya adalah anaknya sudah dewasa, bersekolah sudah tau kalau itu perbuatan yang menyakiti. Namun orang tuanya tidak terima dengan menyimpulkan omongan ibu saya adalah anaknya tidak punya otak.
Kadang saya tidak habis pikir, masalah yang dihalami oleh anak-anak yang sekitar 2 menit lagi akan berbaikan . Harus orang tuanya yang turun tangan.
saya membuat pertisi ini, hanya ingin pembelaan terhadap keponakan saya. Saya takut psikologisnya terganggu karena tumbuh kembang dilingkungan yang kurang baik.
Bahkan orang tua yang berkesimpulan ibu saya mengatakan anaknya tidak punya otak berani mengatur untuk keponakan saya jangan dikasih keluar rumah jika anak dia sedang bermain diluar.