Petisi ditutup

STOP #MAKANMAYIT

Petisi ini mencapai 455 pendukung


STOP #MAKANMAYIT


Belakangan ini bereda beberapa postingan dari para seniman dan artis tanah air tentang event mereka yg bertajuk #makanmayit. Dalam event tersebut, seniman ingin mengangkat tema kanibalisme. Event yg terbungkus dalam acara dinner ini menyajikan beberapa hidangan yg terbuat dari ASI dan bakteri keringat bayi dan dihidangkan di boneka bayi, juga hidangan2 lain yg berbentuk bayi. Sebagai perempuan, saya merasa sesak dengan adanya event ini yang dianggap seni oleh sebagian orang. Seni pun mempunyai etika yg harus ditaati. Belum lagi masalah ASI dimana para penikmat yg menikmati hidangan tersebut secara tidak langsung menjadi saudara sepersusuan apabila ASI tersebut berasal dari sumber yang sama.
Mengingat lagi, perasaan ibu-ibu juga orang-orang diluar sana termasuk saya yang terganggu dengan adanya acara tersebut dan hidangan berbentuk bayi atau penggunaan boneka bayi maupun ASI dan keringat bayi dan seniman yang disini saya tau sebagai @roodkapje dalam akun instagramnya menggunakan pakaian suster dan memegang pisau di depan miniatur2 bayi tersebut.


Petisi ini dibuat dengan harapan menjadi perhatian instansi2 terkait untuk menghentikan event ini dan memberikan sanksi tegas kepada penyelenggara acara agar selanjutnya hal-hal seperti ini tidak lagi terulang.
Dimana nalar kalian para seniman yang mengatakan bahwa ini hanyalah sebuah proses seni? Bisakah kalian membayangkan bayi-bayi yang ada di atas piring hidangan itu adalah bayi-bayi kalian? Atau susu ASI dari ibu-ibu atau istri-istri kalian dijadikan hidangan makan malam?


PS : Berikut penjelasan seniman penyelenggara acara mengenai event #makanmayit ini


https://www.vice.com/en_id/article/natasha-gabriella-tontey-talks-propaganda-cannibalism-and-her-own-little-shop-of-horrors



Hari ini: Zafira mengandalkanmu

Zafira Aziz membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Komisi Perlindungan Anak Indonesia : STOP #MAKANMAYIT". Bergabunglah dengan Zafira dan 454 pendukung lainnya hari ini.