Pelaksanaan Pilpres dan Pileg Serentak (2019) Harus Dievaluasi!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kawan, ini soal serius. Jatuhnya puluhan korban jiwa dari para petugas Pemilu harus jadi perhatian. Ditambah yang menderita sakit dan harus mengorbankan tenaga, waktu, dan pikirannya yang tak terhitung jumlahnya.

Seorang kerabat yang kebetulan juga bertugas di TPS di tanah air dan merekap suara mengeluh ia sakit tidak hanya fisik tapi juga mental. Ia sampai mual dan stress setiap kali dengar kata TPS. Semacam trauma.

Di hari saat pencoblosan sampai beberapa hari sesudahnya ia bekerja hingga larut malam. Sampai kelelahan. Mengenyampingkan anak dan urusan rumah yang juga perlu diurus. Ia seorang ibu yang anak-anaknya masih duduk di bangku sekolah.

Harus ada evaluasi serius tentang pelaksanaan Pemilu serentak ini. Biar ke depan tak terulang kisah pilu yang sama. Beberapa (termasuk kerabat saya) mengusulkan:

"PILPRES TAK DILANGSUNGKAN BERSAMAAN DENGAN PEMILIHAN ANGGOTA LEGISLATIF".

Ribet dan ruwet menghitungnya.

Pemilu kita masih dilangsungkan secara manual. Termasuk penghitungan suara. Kerabat tersebut bercerita, betapa kadang harus menghitung ulang bila terjadi selisih. Yang menyakitkan, hasil rekapan diminta dibuat ulang karena data yang tersimpan tiba-tiba rusak dan menghilang. Perekap harus mulai lagi dari awal.

KISAH SERUPA INI TERJADI HAMPIR DI SELURUH WILAYAH PELAKSANAAN PEMILU SERENTAK KEMARIN. DI DALAM DAN LUAR NEGERI!!!

Keluhan juga menyangkut: BANYAKNYA PESETA KONTESTAN UNTUK PEMILIHAN ANGGOTA DEWAN. Jumlah peserta partai yang tak ramping. Mencapai puluhan!

Sebenarnya, waktu saya membuka surat suara untuk pemilihan legislatif pun saya sempat takjub dengan kebesaran ukuran kertas suara yang hampir menyaingi lapangan sepakbola. Ditambah barisan nama-nama yang cuma bikin pening kepala. Saya membayangkan, bagaimana para orang yang sudah sepuh seperti nenek saya yang usianya hampir 90-an membuka dan membaca surat suara jumbo ini?

Harus ada evaluasi menyeluruh demi memperbaiki sarana dan infrastuktur demokrasi di Indonesia. Demi kehidupan Indonesia yang lebih baik dan sehat!