Sandiaga Uno Calo Proyek MGTI, Negara Rugi Rp 1,1 T: KPK Jangan Diam, Ayo Usut Tuntas!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Sandiaga Uno Calo “Proyek Sulapan” MGTI, Negara Rugi Rp 1,1 Triliun: KPK Jangan Diam, Tolong Usut Tuntas!

 Sandiaga Uno jadi pengusaha kaya  setelah bergabung dengan Edwin Soeryadjaja dalam perusahaan Saratoga Group. Mereka berdua masuk daftar 40 orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes. Dengan kekayaan 1,6 milyar dollar, Edwin menduduki posisi 13. Sedang Sandiaga Uno memiliki 795 juta dollar berada di peringkat 27.  Namun usaha Sandiaga Uno ada menyerempet masalah hukum, yakni proyek MGTI (Mitra Global Telekomunikasi Indonesia). Dalam kasus MGTI ini diduga ada penyelewengan triliunan rupiah. Pada tahun 2010, kasus ini telah dilaporkan kepada KPK. Namun sampai kini Sandiaga Uno belum pernah diproses hukum. Kenapa Sandiaga Uno kebal hukum?

Proyek Jaringan Telekomunikasi Jawa Tengah dan DIY

MGTI (Mitra Global Telekomunikasi Indonesia) menjadi mitra PT Telkom dalam Kerja Sama Operasi (KSO) membangun jaringan telekomunikasi di Provinsi Jawa Tengah. Perusahaan itu dimiliki Satelindo bekerjasama dengan perusahaan telekomunikasi Australia, Telstra. Proyek pembangunan jaringan telekomunikasi di Jateng yang dibiayai dan dikelola MGTI itu seharusnya diselesaikan pada 2010 untuk diserahkan ke PT Telkom. Tapi karena ada krisis ekonomi 1998, ada pertimbangan proyek itu diserahkan lebih cepat dengan sistem kompensasi. Karena itu, pada tahun 2003 MGTI menawarkan proyek itu ke PT Telkom seharga 266 juta dollar (sekitar Rp 2,4 trilyun). Tapi PT Telkom hanya menawar seharga 212 juta dollar. Terjadi selisih harga 54 juta dollar (hampir Rp 500 milyar). Negosiasi gagal.

Sandiaga Uno Jadi Perantara “Proyek Sulapan” MGTI

Melalui perantara Sandiaga Uno, MGTI bernegosiasi dengan ALBERTA (anak perusahaan SARATOGA Group milik Edwin Soeryadjaya).  Hasilnya, pada Januari 2004 MGTI dan Alberta sepakat jual-beli proyek itu seharga 260 juta dollar. Kenapa mahal? Ternyata Alberta membayarnya lewat kredit dari Bank Mandiri dengan agunan proyek Telkom di Jawa Tengah yang dibangun MGTI itu. Kredit model begitu diperoleh Alberta berkat bantuan Bahana Sekuritas. Nah, pada tahap inilahmasalah mulai bermunculan.

Soalnya, dalam perjanjian KSO disebutkan MGTI boleh mengalihkan haknya kepada pihak lain, tapi dengan syarat pihak lain itu adalah operator telekomunikasi. Sedangkan Alberta tampaknya selain bukan perusahaan seperti itu, bidang usahanya pun tak jelas. Ini satu masalah.

Masalah terbesar muncul ketika PT Telkom membeli proyek itu dari Alberta dengan harga 390 juta dollar, atau lebih mahal 124 juta dollar (sekitar Rp 1,1 trilyun) dari harga yang dulu ditawarkan MGTI secara langsung kepada PT Telkom. Selain itu ada lagi masalah permainan dalam pembayaran pajak.

 Proyek Sulapan MGTI Dilaporkan KPK

Akibatnya, pada tahun 2007 kasus ini dilaporkan ke KPK oleh Serikat Karyawan Telkom. Sandiaga S Uno dilaporkan membobol dana PT Telkom pada 2003-2004 silam. Koordinator Presidium Humanika (Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan) M Syaiful Jihad, meminta KPK mengusut dugaan korupsi senilai Rp 1,116 triliiun tersebut. [Sandiaga Uno Dilaporkan Bobol Dana Telkom  ; http://www.tribunnews.com/nasional/2010/08/05/sandiaga-uno-dilaporkan-bobol-dana-telkom ]

 Tapi entah kenapa sampai sekarang perkara ini tak pernah sampai ke pengadilan. Bahkan, pejabat Telkom, MGTI, atau ALBERTA, yang bertanggungjawab dalam kasus ini, belum pernah dipanggil atau diperiksa KPK. Padahal, dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terdapat indikasi adanya ‘’permainan’’. Menurut hasil pemeriksaan (audit) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) semester II tahun anggaran 2006 berdasarkan surat tugas BPK-RI No. 49/ST/VII- XV.2/8/2006 tertanggal 28 Agustus 2006 menyebutkan bahwa pembayarana pendapatan tetap mitra usaha (Fixed Investor Revenue/FIR) PT. TELKOM kepada PT. MGTI lebih tinggi sebesar US$ 124.00 juta. Jumlah ini setara dengan Rp. 1.116 triliun (jika kurs 1 US$=Rp.9.000,00). [ BPK Investigasi Masalah KSO Telkom; https://inet.detik.com/business/d-913250/bpk-investigasi-masalah-kso-telkom ]

Karena itu, KPK wajib melakukan tindakan; kenapa proyek MGTI bisa disulap jadi lebih mahal sehingga merugikan negara lebih dari Rp 1 trilyun? "Kami harap KPK segera proses Sandiaga S Uno dan Edwin Soeryadjaya yang diduga telah bersekongkol membobol uang PT Telkom," kata Koordinator Presidium Humanika (Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan) M Syaiful Jihad.

Anggota Komisi I DPR-RI, Deddy Djamaluddin Malik, sudah mengingatkan pemerintah agar MGTI-Telkom tidak dibekukan. [Pemerintah Diminta Serius Usut Kasus KSO MGTI-Telkom : https://www.antaranews.com/berita/98539/pemerintah-diminta-serius-usut-kasus-kso-mgti-telkom ]

 KPK Jangan Diam ! Ayo Usut Proyek MGTI

Berdasar uraian tersebut di atas, maka Saya meminta para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia untuk turun tangan mengusut kasus ini. Saya tidak berharap Indonesia dipimpin oleh orang-orang yang terlibat penyimpangan kekayaan negara.

 



Hari ini: N mengandalkanmu

N A membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK): Sandiaga Uno Calo Proyek MGTI, Negara Rugi Rp 1,1 T: KPK Jangan Diam, Ayo Usut Tuntas!". Bergabunglah dengan N dan 39 pendukung lainnya hari ini.