Tolak intimidasi Polres,Kodim 0604 serta FPI Karawang terhadap pemuda pegiat seni mural

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Pemberian stereotip atau stigma tertentu sungguh menyakitkan, sayangnya di Indonesia pemberian stereotip atau stigma oleh " yang punya kuasa" terhadap kreativitas pemuda lumrah terjadi

Seperti yang kita tahu, kreativitas pemuda yang positif haruslah didukung oleh semua pihak, baik oleh pemerintah maupun berbagai kalangan di masyarakat, dukungan tersebut menjadi daya semangat bagi para pemuda untuk terus mengembangkan potensi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,karena pemuda lah penentu masa depan bangsa ini.

Namun hal ideal tersebut tidak terjadi di daerah karawang utara tepatnya di kecamatan tirtajaya. Dimana pada tanggal 7 hingga tanggal 10 Agustus. Perwakilan dari Polres Karawang, perwakilan dari Kodim 0604 karawang dan FPI Karawang mempersalahkan mural  dengan gambar pejuang kemanusiaan seperti Widji Thukul, Pramudya Ananta Toer serta sahabat Bung Karno yakni Ernesto Che Guevara. Tanpa tedeng aling-aling layaknya Pengadil yang langsung memvonis bahwa gambar tokoh pada mural tersebut adalah pelanggar Pancasila. 

Apakah gambar tokoh di mural tersebut membawa ancaman terhadap bangsa dan negara Indonesia? Sehingga jejaring komando teritorial yakni Kodim resah dan turun tangan. Tunjukan produk hukum apa yang dilanggar dengan melukis gambar tokoh Pramudya Ananta Toer, Widji Thukul, dan Che Guevara!

Dengan mengabaikan supremasi sipil dan supremasi hukum, militer menjadi penafsir tunggal kehidupan berbangsa, penafsir tunggal ideologi Pancasila dan konstitusi. Atas nama Pancasila dan NKRI, mereka mengaburkan agenda-agenda reformasi. Agenda upaya penyelesaian kasus pelanggaran HAM dan berbagai gerakan masyarakat sipil menuntut keadilan justru dikaburkan dengan memunculkan isu palsu kebangkitan komunisme.

Pihak Polres Karawang  dan FPI Karawang juga memperkeruh suasana dengan mengajak diskusi yang berujung pada intimidasi "hapus gambar itu, atau organisasi kalian adalah pelanggar Pancasila".

Kami Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia lah yang bertanggung jawab atas lukisan tersebut. Dan ingin menanyakan kenapa teman teman  kami diancam mau dibawa ke Kodim? produk hukum apa yang kami langgar? Sejak kapan Kodim berfungsi sebagai tempat mengadili dan menuduh. 

Hari ini pun kami diancam oleh kelompok FPI Karawang yang rencana mau mensweeping kami. Agama yang harusnya membawa rahmat bagi alam semesta dan ditangan ormas tersebut bisa berubah menjadi ajang kebolehan untuk melakukan apapun yang mereka mau, seolah olah merekalah representasi tuhan di Indonesia yang tindakannya adalah fatwa "license to kill" bagi orang yang berbeda menurut pandangannya.

Kami Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia mengharapkan dukungan masyarakat, pejuang HAM, organisasi masyarakat, akademisi yang anti militerisme orde baru untuk

1. Menolak segala bentuk militerisme di masyarakat.

2. Menolak intimidasi teror yang dilakukan oleh Front Pembela Islam Karawang.

3. Aparat dan FPI Karawang harus meminta maaf baik langsung maupun secara tertulis di media massa nasional

4. Atas dasar konstitusi bahwa Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum, maka Kami menolak pengadilan jalanan yang dilakukan oleh FPI Karawang terhadap karya mural tersebut