Keadilan UKT UNAND

Keadilan UKT UNAND

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


BEM UNAND memulai petisi ini kepada Rektor Unand Prof. Yuliandri, S.H.M.H


Selasa, 30 Juni 2020 Rektor Universitas Andalas mengeluarkan Peraturan Rektor No. 7 tahun 2020 tentang Uang Kuliah Tunggal bagi mahasiswa Diploma III, dan Sarjana yang terdampak Bencana Non Alam Covid – 19. Poin poin yang terdapat dalam Peraturan tersebut antara lain mahasiswa dapat :
1) Membayar UKT 50% dari besaran UKT dalam hal mengambil kurang dari atau sama dengan sks
2) Melakukan pembebasan UKT sementara
3) Melakukan penurunan level/perubahan kelompok UKT
4) Pembayaran UKT secara mengangsur
Tanpa bermaksud mendiskreditkan pihak manapun, namun kebijakan ini justru menimbulkan banyak polemik ditengah mahasiswa khususnya dan termasuk juga para dosen dan tenaga pendidik. Dalam peraturan tersebut tidak menjelaskan secara terperinci mengenai mekanisme ataupun prosedur dari setiap poin poinnya, sehingga memunculkan polemik baru ditengah kondisi carut marut seperti ini, diantaranya :
1) Tidak adanya pernyataan resmi secara tertulis dari pimpinan kampus perihal bantuan bagi mahasiswa yang orangtua/walinya bekerja di sektor non – formal
2) Tidak adanya sosialisasi secara umum terkait poin poin yang terdapat dari peraturan maupun SK yang dikeluarkan oleh pimpinan
3) tidak adanya kejelasan mengenai perpanjangan pembayaran UKT
4) SK mengenai keringanan UKT sampai menjelang batas akhir pembayaran UKT masih belum juga dikeluarkan oleh pimpinan
5) Pimpinan terkesan tutup mata dan menutup telinga terhadap semua keluhan mahasiswa
6) Aturan yang dikeluarkan oleh pimpinan sangat tidak masuk akal, ketika terdapat aturan mengenai pencicilan pembayaran UKT ( terutama bagi mahasiswa jalur mandiri) namun dengan syarat harus membayar UKT penuh diawal
7) Pimpinan membuat aturan yang sangat mempersulit mahasiswa apalagi ditengah pandemi seperti saat ini
Masa darurat Covid seharusnya membuat Rektor menerbitkan kebijakan yang dapat dinikmati oleh semua mahasiswa, apalagi ketika pandemi seperti saat ini semua mahasiswa merasakan dampaknya. Bila memang Unand akan bangkrut jika memberikan bantuan keringanan UKT kepada seluruh mahasiswa terdampak, seharusnya Unand berani membuka transparansi mengenai kondisi keuangan Unand dikala pandemi ini. Namun sampai sejauh ini hanya jawaban diplomatis yang diberikan oleh pimpinan yang tidak ada kejelasan serta kepastiannya sama sekali. Nasib mahasiswa tahun akhir juga ikut terkorbankan dengan adanya aturan ini, terlebih mahasiswa tahun akhir yang hanya mengambil Tugas Akhir namun jumlah sks Tugas Akhir di fakultasnya lebih dari 6 sks.

25.000 Mahasiswa Unand menanti kejelasan serta kebaikan hati nuranimu, Pak.
Desak Rektor. Bergerak dengan Petisi.

Lebih baik mundur secara terhormat, ketimbang digusur secara paksa

#UnandBelumPeduli
#TolakBayarUkt