Bebaskan Budi Pego. Tutup Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Heri Budiawan alias Budi Pego bisa jadi adalah orang yang tak mujur. Awalnya, dia tergerak untuk selamatkan lingkungan. Kini dia dituduh PKI dan baru saja divonis 4 tahun penjara.

Zaman sekarang kalau mau bungkam orang itu sangatlah mudah: tinggal tuduh dia PKI. Tanpa perlu ada bukti kuat atau saksi, hanya dari hoaks tak jelas, pasti langsung masuk penjara.

Ketakutan orang terhadap isu PKI ini mudah dimanfaatkan oknum untuk meng-kriminalisasi orang seperti Budi Pego yang hanya ingin selamatkan lingkungan dan warga desanya dari dampak buruk tambang emas.

Budi Pego dan beberapa warga di Desa Sumberagung, Kec. Pesanggaran, Banyuwangi dituduh pasang spanduk berlogo palu arit. Atas tuduhan itu, 4 warga jadi tersangka. Faktanya, spanduk yang dibuat untuk tolak tambang emas di gunung Tumpang Pitu itu sama sekali tak ada gambar palu arit. Bahkan waktu pembuatan spanduk itu, ada pihak aparat dan polisi. Logikanya kalau memang ada gambar palu arit, pasti warga yang buat spanduk itu langsung diciduk.

Banyak kejanggalan lainnya di proses pengadilan Budi Pego. Pertama, spanduk yang katanya ada gambar palu arit itu tidak dijadikan alat bukti di persidangan, karena polisi saja bilang tak ada. Alat buktinya cuma foto dan video yang bahkan tak diberikan ke pihak pengacara Budi Pego untuk diverifikasi keabsahannya. Tak ada juga ahli multimedia yang bisa buktikan kalau foto dan video itu bukan editan. Padahal penting sekali ada kesaksian ahli yang pastikan bahwa foto atau video itu bukan hasil rekayasa.

Kedua, tak ada saksi satupun yang lihat Budi Pego bawa spanduk itu. Terus kenapa dia yang dihukum? Budi Pego juga bukan koordinator aksi karena aksi itu cuma spontan dilakukan warga untuk protes pertambangan di gunung Tumpang Pitu.

Meski ada kejanggalan, Budi Pego divonis 10 bulan di PN Banyuwangi dan PT Jawa Timur, dan malahan vonisnya di Mahkamah Agung naik menjadi 4 tahun. Adil-kah hal ini menurut kalian?

Budi Pego adalah pejuang lingkungan yang menurut Pasal 66 UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) harusnya dilindungi dan tidak dapat digugat. Kami meminta kepada Menteri LHK Siti Nurbaya untuk ikut melindungi Budi Pego sesuai amanat UU PPLH. Kami juga meminta kepada Kejaksaan Agung untuk menunda eksekusi Budi Pego.

Tahun lalu berkat suara teman-teman, pejuang lingkungan seperti Bambang Hero dan Basuki Wasis bisa bebas dari kriminalisasi. Kami percaya suara kita akan bisa selamatkan Budi Pego. Semoga tidak ada lagi penindasan kepada pejuang lingkungan kita.

Surabaya, 22 Desember 2018.

Salam Juang,
TEKAD GARUDA

--------------

Tim Kerja Advokasi Gerakan Rakyat untuk Kedaulatan Agraria (Tekad Garuda) adalah tim kerja advokasi yang terdiri dari organisasi masyarakat sipil antara lain: LBH Surabaya, Walhi Jatim, LPBH PCNU Banyuwangi, KontraS Surabaya, ForBanyuwangi, Eknas Walhi, LBH Disabilitas Jatim, Jatam.


Narahubung:

- Abdul Wachid Habibulloh (Ketua Tekad Garuda), HP: +62 878-5395-2524

- Fatkhul Khoir (Koordinator KontraS Surabaya), HP 081230593651

- Hari Kurniawan (Ketua LBH Disabilitas Jatim), HP +628175175154

- Ahmad Rivai (Ketua LPBH PCNU Banyuwangi), HP 085234780456



Hari ini: Tekad Garuda mengandalkanmu

Tekad Garuda membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Ketua MA, Jangan Bungkam Pejuang Lingkungan! #BebaskanBudiPego @Humas_MA @SitiNurbayaLHK". Bergabunglah dengan Tekad Garuda dan 1.336 pendukung lainnya hari ini.