SEGERA SAHKAN UU PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORISME - KAMI INGIN HIDUP TENANG !

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Segera Sahkan UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme - Kami Ingin Hidup Tenang!

Internet Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU) mengajak semua elemen masyarakat Bangsa Indonesia untuk mendesak DPR segera mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang saat ini masih terganjal di tahap pembahasan di DPR.

Sementara itu, jika mengacu pada aturan yang lama, polisi hanya bisa menindak teroris atau kelompoknya jika telah melakukan aksi. Apakah kita akan hanya menunggu sampai datangnya korban lagi? TIDAK!

Masih ingatkah kita dengan reangkaian pemboman yang ini :

1. Bom Bali, 12 Oktober 2002. Tiga ledakan mengguncang Bali. 202 korban yang mayoritas warga negara Australia tewas dan 300 orang lainnya luka-luka.

2. Bom JW Marriott, 5 Agustus 2003. Bom menghancurkan sebagian Hotel JW Marriott. Sebanyak 11 orang meninggal, dan 152 orang lainnya mengalami luka-luka.

3. Bom Kedubes Australia, 9 September 2004. Ledakan besar terjadi di depan Kedutaan Besar Australia. 5 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

4. Bom Bali, 1 Oktober 2005. Bom kembali meledak di Bali. Sekurang-kurangnya 22 orang tewas dan 102 lainnya luka-luka akibat ledakan yang terjadi di R.AJA's Bar dan Restaurant, Kuta Square, daerah Pantai Kuta dan di Nyoman Café Jimbaran.

5. Bom Jakarta, 17 Juli 2009. Dua ledakan dahsyat terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jakarta. Ledakan terjadi hampir bersamaan, sekitar pukul 07.50 WIB

6. Bom dan baku tembak Jakarta, 14 Januari 2016. Ledakan dan baku tembak di sekitar Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

7. Peristiwa di Mako Brimob Depok tanggal 10 Mei 2018 yang menewaskan 5 orang Polisi dan 1 Orang Napi


8. Bom 3 Gereja di Surabaya, 13 Mei 2018. Sampai saat ini ada 13 orang meninggal dan 41 lainnya luka-luka.

9. Bom Rusunawa di Sidoarjo 13 Mei 2018 yang menelan korban 3 orang tewas

10. Bom Polrestabes Surabaya 14 Mei 2018. Hingga saat ini ada 4 polisi dan 6 warga jadi korban

Rentetan peristiwa dan banyaknya korban yg tidak bersalah, bahkan sekarang wanita dan anak-anak pun dilibatkan dalam aksi mereka, makin menyadarkan kita bahwa Teroris adalah KEJAHATAN YANG LUAR BIASA. Oleh karenanya, Terorisme harus ditangani dengan CARA-CARA YANG TIDAK BIASA, dan cara yg tidak biasa membutuhkan PAYUNG HUKUM dalam pelaksanaannya, yakni UU Terorisme.

Singapura dan Malaysia sudah punya “Internal Security Act”, yakni UU yg mampu mencegah aksi terorisme. Demikian pula negara-negara lainnya, karena mereka sadar betul rakyatnya harus dilindungi dari kejahatan luar biasa yang jelas-jelas mengancam keutuhan bangsa dan negara.

Bukan tidak mungkin aksi terorisme akan terulang di masa yang akan datang, ancaman itu nyata adanya, dan bukan tidak mungkin pula korban berikutnya adalah orang-orang terdekat kita: anak, istri, orang tua atau saudara dan sahabat kita.

Ke depan, aksi terorisme ini bisa dicegah apabila revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme segera di sahkan oleh DPR.

AYO MARI KITA BERPERAN SERTA MENANDATANGANI PETISI INI UNTUK MENDESAK DPR SEGERA SAHKAN REVISI UU NO 15/2003 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORISME DAN BIARKAN TNI DAN POLRI MEMBERIKAN PERLINDUNGAN KEPADA KITA YANG SEBAIK-BAIKNYA.

AYO! KALAU TIDAK SALAH, KENAPA HARUS TAKUT?



Hari ini: Cariban mengandalkanmu

Cariban Gaban membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Ketua dan Para Wakil Ketua DPR RI: SEGERA SAHKAN UU ANTI TEROR - KAMI INGIN HIDUP TENANG !". Bergabunglah dengan Cariban dan 429 pendukung lainnya hari ini.