Ijinkan Anak-Anak&Remaja Kristiani Bebas Beribadah Tanpa Dipersulit RUU Sekolah Keagamaan

0 have signed. Let’s get to 7,500!


Bapak Ibu Pejabat di DPR RI,

Merujuk kepada RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Pasal 69-70, sejatinya Sekolah Minggu, Kelas Remaja/Pemuda Gereja, Katekisasi dan bentuk lainnya adalah bentuk ibadah yang dibagi dalam berbagai tingkatan umur dan telah dilakukan oleh berbagai gereja di seluruh dunia selama berpuluh-puluh tahun agar pesan ibadah di hari Minggu dapat diterima dengan baik oleh generasi muda Kristiani.

Sekolah Minggu, Kelas Remaja/Pemuda Gereja, Katekisasi dan bentuk lainnya bukanlah pendidikan informal dan sama sekali bukan seperti pesantren atau pendidikan informal keagamaan lainnya. Tolong hentikan RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan tersebut dan jangan rampas kebebasan beribadah generasi muda Kristiani.

Kepada seluruh masyarakat Indonesia,

Sebagai orang yang tumbuh besar di Sekolah Minggu dan sebagai pengajar Sekolah Minggu dan Kelas Remaja, saya memohon bantuan kepada seluruh masyarakat agar hak-hak generasi muda Kristiani Indonesia tidak diganggu gugat oleh RUU ini.

Bayangkan jika anak-anak kita tidak lagi bebas beribadah karena minimal jumlah anak harus 15 orang dan harus mendapatkan ijin Kemenag/Kanwil Kemenag. Bagaimana dengan gereja-gereja kecil di daerah yang akan kesulitan jika RUU Sekolah Keagamaan ini dilegalkan? Apakah masa depan generasi muda Kristiani dalam beribadah akan rusak karena RUU yang dibuat secara sepihak oleh DPR RI ini?

Mari sebagai masyarakat Indonesia, kita saling bahu membahu menegakkan Pancasila dan UUD 1945 Pasal 29. 

Kami ingin RUU Pesantren dan Sekolah Keagamaan tidak merusak kebebasan beragama bagi pemeluk agama apapun dan berapapun usia mereka. #TolakRUUSekolahKeagamaanPasal69dan70



Today: Irene is counting on you

Irene Simanjuntak needs your help with “Ketua dan Para Wakil Ketua DPR RI: Ijinkan Anak-Anak&Remaja Kristiani Bebas Beribadah Tanpa Dipersulit RUU Sekolah Keagamaan”. Join Irene and 6,231 supporters today.