AJI: DPR & Pemerintah Harus Tunda Pembahasan RUU KUHP

0 telah menandatangani. Mari kita ke 2.500.


Pemerintah dan DPR RI berencana melanjutkan pembahasan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP), yang banyak mendapat kritik publik, meski di tengah wabah Corona. Kesepakatan itu dihasilkan oleh Komisi III DPR dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam rapat kerja Rabu, 4 April 2020.

RUU KUHP merupakan satu dari sejumlah RUU yang gagal disahkan pada penghujung masa kerja DPR periode 2014-2019 setelah mendapatkan protes besar dari mahasiswa dan masyarakat sipil, September 2019 lalu. Protes luas yang terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia dihadapi dengan represif oleh pemerintah dan menyebabkan setidaknya 5 mahasiswa meninggal.

Selain dianggap banyak memuat pasal yang mengekang kebebasan berekspresi, tak mendukung semangat pemberantasan korupsi, RUU juga itu tidak bersahabat terhadap kebebasan pers. Menurut kajian Aliansi Jurnalis Independen (AJI), setidaknya ada 9 pasal dalam draft RUU KUHP itu yang bisa mengkriminalkan jurnalis dalam menjalankan fungsinya.

Pasal-pasal yang tidak ramah terhadap kebebasan pers itu masing-masing: Pasal 219 tentang penghinaan terhadap presiden atau wakil presiden; Pasal 241 tentang penghinaan terhadap pemerintah; Pasal 247 tentang hasutan melawan penguasa; Pasal 262 tentang penyiaran berita bohong; Pasal 263 tentang berita tidak pasti; Pasal 305 tentang penghinaan terhadap agama; Pasal 354 tentang penghinaan terhadap kekuasaan umum atau lembaga negara; Pasal 440 tentang pencemaran nama baik; Pasal 444 tentang pencemaran orang mati.

Mari bantu AJI untuk mendesak DPR dan pemerintah untuk menunda pembahasan RUU KUHP di tengah wabah COVID-19. Dengan banyaknya pembatasan di tengah pandemi, itu menyulitkan masyarakat sipil, termasuk komunitas pers, ikut memberikan masukan secara maksimal dalam pembahasan RUU tersebut. Selain itu, pemerintah dan DPR seharusnya saat ini lebih fokus menangani COVID-19 yang jumlah korbannya terus bertambah.

Abdul Manan, Ketua Umum AJI Indonesia