Berdayakan Dana Zakat untuk Membantu Masyarakat Kelaparan Terdampak COVID-19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.

Wijatnika Ika
Wijatnika Ika menandatangani petisi ini


“Mbak, saya tutup warung karena nggak ada pembeli sejak sekolah diliburkan. Suami saya juga dirumahkan sementara dari kerjaannya. Keluarga kami tanpa penghasilan sekarang. Ekonomi di kampung lesu.” Begitu pengaduan seseorang yang sampai kepada saya.

Perempuan ini (M) sehari-hari mengurus keluarga dengan dua anak kecil. Sementara suaminya (B) merantau di Sumatera Selatan. Tak lama setelah warungnya tutup, suaminya pulang karena tempatnya bekerja menutup usaha untuk sementara, tanpa kepastian kapan akan dipekerjakan lagi. Mereka mungkin bisa bertahan hingga dua bulan kedepan. Seterusnya bagaimana? Mengingat harga-harga bahan pangan mulai merangkak naik seiring terpuruknya nilai tukar Rupiah pada Dollar AS.

Saya percaya banyak orang kecil seperti keluarga M dan B yang mengalami nasib serupa sebagai dampak ekonomi wabah COVID-19. Ketiadaan penghasilan bukan saja beresiko kekurangan pangan bagi keluarga. Juga bisa berdampak pada ketidakmampuan membayar tagihan listrik, air, sewa kontrakan, cicilan dan utang, serta kebutuhan lain. Sehingga dibutuhkan intervensi sosial untuk menolong mereka dari kekurangan bahan pangan dan kelaparan.

Melalui petisi ini saya meminta kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk membuat kebijakan mendayagunakan dana zakat dalam rangka menolong para amil zakat yang membutuhkan bantuan. Data seluruh amil zakat di seantero Indonesia (desa, kota dan wilayah terpencil) dan jamin kebutuhan sembako mereka setidaknya sampai lebaran 2020.

Selain itu, tolong prioritaskan keluarga yang memiliki anak dengan usia dibawah 10 tahun, agar mereka tidak kekurangan asupan pangan bergizi demi mendukung tumbuh kembangnya. 

Dengan bergandeng tangan dan bergotong royong, serta tak putus berdoa memohon pertolongan Allah yang Maha Penyayang, saya percaya Indonesia pasti bisa melewati musibah ini. 

Terima kasih, 

Wijatnika Ika