Stop! Model Kampanye Konvoi Knalpot Blombong!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kampanye serentak belum dimulai, tetapi sudah terdengar suara knalpot yang mengganggu. Hari-hari kampanye akan dihiasi pemandangan dan suasana hingar bingar seperti kampanye nasional untuk Pilpres maupun legislatif. Model kampanye yang hanya memamerkan otot fisik lebih dominan ketimbang pamer akal dan keindahan.

Suara bising knalpot yang membuat gendang telinga bisa pecah di tengah tingkah laku brutal kembali hadir dalam peradaban politik Indonesia. Model kampanye yang sudah berjalan puluhan tahun kembali dipraktekkan tanpa ada kemajuan ke arah yang lebih santun, lebih elegan dan lebih berbudaya.

Kampanye berkonvoi keliling kota yang tidak jelas arah dan tujuannya ini cenderung mengganggu ketentraman dan ketertiban umum. Kampanye yang meraung-raungkan knalpot blombongan sepeda motor bahkan tidak peduli pada acara-acara sakral dan sahdu masyarakat yang selayaknya berlangsung khidmat, seperti upacara kematian, penguburan, pemakaman, kesakitan dan perkawinan.

Hak masyarakat untuk mendapatkan ketentraman umum akan diteror, digarong, dilibas dan dicuekin. Menghadapi para peneror ketentraman umum itu, masyarakat selama ini sudah sangat mengalah. Lebih baik bersikap diam daripada terjadi kekonyolan menghadapi massa yang brutal.

Masalahnya, kegiatan politik juga harus menyertakan tujuan memajukan kehidupan warga, memajukan peradaban sosial. Salah satu kemajuan yang harus diupayakan adalah peradaban saling menghormati dan saling berbagi ruang. Dalam bahasa awam, hal itu dirumuskan sebagai ketentraman dan ketertiban umum. Pada titik ini, model kampanye konvoi knalpot blombong bisa dinilai bertolak belakang dari rasa saling menghormati hak untuk ketentraman dan ketertiban umum.

Di sisi lain, kegiatan kampanye selayaknya bertujuan untuk menarik simpati masyarakat. Knalpot blombong yang meraung-raung, dipandang dari sudut manapun, hanya akan mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum. Dalam masyarakat yang berbudaya, pengganggu ketentraman umum akan dicibir dan mendapat antipati, bukan simpati. Dengan begitu, model kampanye konvoi knalpot blombong hanya akan menimbulkan sikap antipati dari masyarakat berbudaya.

Kita ingin politik Indonesia mengalami kemajuan nyata di segala bidang dan tahapan. Salah satu tolok ukur kemajuannya adalah praktek kampanye politiknya. Konvoi knalpot sudah berjalan puluhan tahun sejak zaman Orde Baru. Bila sampai hari ini masih terus berlangsung, kita bisa simpulkan bahwa politik Indonesia tidak mengalami kemajuan.

Negeri ini sudah dikenal punya seabreg aturan, termasuk aturan kampanye yang berbudaya. Namun, seperti aturan hukum dan etika di bidang lain, aturan kampanye leluasa untuk dilanggar dan diinjak-injak.

Bila kita sepakat untuk kemajuan Indonesia, maka sudah selayaknya kita beraksi untuk menghentikan aksi brutal menggunakan knalpot blombong dalam setiap kampanye politik, baik untuk Pilkada, Pilpres, Legislatif maupun acara partai politik lain.

Sudah saatnya pemerintah, kepolisian, KPU, partai politik dan para simpatisan partai untuk menghentikan model kampanye konvoi knalpot blombong. Masih sangat banyak cara yang bisa digunakan untuk menarik simpati masyarakat dan sudah lama masyarakat menginginkan model kampanye yang kreatif, yang menarik untuk ditonton, sebagai hiburan dari kejenuhan dan kepenatan melihat panggung politik yang penuh kepalsuan dan kebohongan.

Mari kita stop budaya politik yang saru. Mari --siapa pun Anda-- kita stop model kampanye konvoi knalpot blombong, mulai sekarang juga!

(Foto: www.soloblitz.co.id)



Hari ini: wakhid mengandalkanmu

wakhid subrata membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kepolisian RI: Stop! Model Kampanye Konvoi Knalpot Blombong!". Bergabunglah dengan wakhid dan 7 pendukung lainnya hari ini.