Jangan Ada Fitnah di Antara Kita! Ayo Said Didu Lapor Polisi #SaveUAS

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


JANGAN ADA FITNAH DI ANTARA KITA!

Fitnah terhadap UAS adalah tindakan yang keji. Kita berlepas diri dari segala yang simpang siur tentangnya, kebenaran akan tampak dan tersingkap pada saatnya. Kita percaya itu.

Materi-materi kampanye hitam (black campaign) yang menjatuhkan UAS tersebar luas melalui akun Twitter @saididu. Akun itu ditengarai diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Informasi bahwa akunnya diretas menyebar luas setelah akun Twitter Mahfud MD memberi tahu bahwa dirinya diinfokan Pak Said Didu bahwa akun @saididu diretas dan sudah di luar kendali pemiliknya (Berita bisa dibaca di sini).

Sontak warganet bereaksi. Karena UAS baru saja mengumumkan dukungannya terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 02, sebagain pendukung 02 menilai bahwa pelaku peretasan berasal dari kubu 01 yang tak suka pada dukungan UAS—mereka dinilai menggunakan segala cara untuk menjatuhkan UAS, termasuk dengan memfitnah. 

Namun, pendukung 01 melihat hal lain. Mereka tidak menerima tuduhan ini dan menengarai bahwa ini merupakan permaianan (setting) belaka untuk mengacaukan opini publik. Bisa jadi yang meretas adalah pihak lain yang ingin mengadu domba, atau mereka yang ingin mengukuhkan tuduhan bahwa capres 01 mengkriminalisasi ulama.

Isu ini segera menjadi polemik tajam di media sosial. Trending topic dengan tagar #UASdifitnahKejiDanBrutal pun mengudara. Di tengah situasi Pilpres seperti sekarang ini, hal ini justru menimbulkan fitnah-fitnah baru. Saat ini, tampaknya materi kampanye hitam yang dimaksud sudah hilang/dihapus/terhapus dari akun @saididu (apakah kendali sudah kembali pada pemilik akun?).

Sayangnya, Said Didu enggan melapor ke Polisi dan membawa masalah ini ke ranah hukum (Berita mengenai hal ini bisa dibaca di sini). Berdasarkan keterangannya dalam konferensi pers, ia khawatir data pribadinya diambil polisi dan akun media sosialnya diambil alih polisi—yang membuat ia tak bisa bermain media sosial lagi (Lihat di sini). Ini logika yang sangat aneh sekaligus keliru. Apakah Pak Didu sedang mengatakan ia tak percaya pada polisi/penegak hukum?

Hal ini justru kontraproduktif. Jika masalah ini dibiarkan mengambang dan menjadi polemik liar di tengah masyarakat, opini publik akan berkembang tak karuan. Justru menimbulkan fitnah-fitnah baru! Siapapun pelakunya, harus ditangkap dan dihukum seadil-adilnya.

Jangan ada fitnah yang berpotensi memecah belah dan menyesatkan semacam ini. Kami mendorong agar Pak Said Didu dan timnya menempuh jalur hukum. Segera lapor polisi. Juga polisi segera bertindak untuk menelusuri dan mengungkap kasus ini. Termasuk jika UAS merasa dirugikan atas kasus ini, ia sangat berhak dan sangat perlu lapor polisi. Ini bukan hal yang sepele.

Kami yakin, melalui kerjasama yang baik dengan pihak Twitter, polisi dan penegak hukum dapat segera mengungkap kasus ini!

Ayo kita dorong Said Didu dan Ustadz Abdul Somad (UAS) lapor polisi atas kasus fitnah dan peretasan ini. Polisi/penegak hukum juga diharapkan proaktif mengusut kasus ini. Segera ungkap kasusnya dan hukum pelakunya seadil-adilnya. Tak peduli siapapun dan dari kubu manapun ia. Karena ini telah menimbulkan kegaduhan dan memicu kebencian di tengah masyarakat.

Ayo! Bantu tandatangani petisi ini.

Sebarkan!