Kebijakan lupa perpanjang SIM, lebih baik didenda daripada menumbuhkan lahan pungli

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Dear teman-teman,

Saya lupa memperpanjang SIM C saya, sangat kaget dan sedih waktu sadar bahwa di ulang tahun saya tahun ini saya harus perpanjang SIM C saya dan saya telah lalai. Saya sedih dan kaget pasti teman2 tahu alasannya... 

Ya,  karena itu artinya saya harus mendaftar ulang dan mengikuti ujian tertulis dan ujian praktek. Tidak pernah bermasalah dengan ujian tertulis,  yang menjadi momok mereka yang lupa perpanjang SIM adalah ujian praktek. Meski saya sudah terbiasa dengan pelayanan ke desa-desa di daerah pegunungan dengan jalan menanjak menurun dan berkelok tajam dengan mengendarai sepeda motor,  tapi saya dan banyak orang yang senasib meski diberi kesempatan mengulang 3x dengan jeda masing2 seminggu -katanya untuk latihan- hanya akan memiliki prosentase kecil untuk lolos ujian praktek ini, entah mengapa saya pun tidak yakin, bahwa semua polisi mampu lolos di ujian ini,  saya pernah bertanya hal ini kepada penguji yg memberi contoh dan beliau hanya tersenyum. 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kita tetap bisa memperoleh SIM baru "dengan pertolongan" si penguji yg katanya mau menolong,  tapi perlu biaya dan biaya tambahannya kalau di kasus saya 2.5 x biaya resmi yaitu 100 ribu,  artinya saya akan mendapatkan SIM BARU dengan biaya 350 ribu di luar biaya kir dokter.

Waktu saya diam ketika ditawari lewat jalan mulus yg licin itu, penguji mengatakan: "Boleh dipikirkan dulu,  tapi kalau ada rejeki apa salahnya karena lewat cara lain jatuhnya bisa lebih mahal".

Saya tidak sedang berpikir untuk mengambil jalan licin itu tetapi sedang berpikir, bagaimana cara saya mengajarkan kejujuran kepada anak usia dini yang Tuhan percayakan kepada saya untuk saya didik...  Ya,  saya pendidik anak usia dini (PAUD). Memang anak-anak tidak melihat apa yg saya lakukan, tapi bisakah saya hari-hari berikutnya mengajarkan kejujuran kepada mereka?  Itu hal yg pertama saya pikirkan,  yang kedua adalah: kemana Tim Saber Pungli?

Saya setuju ada sanksi untuk yang lupa melakukan perpanjangan SIM.  Usul saya sanksinya adalah denda bukan membuat SIM baru,  mengapa?  Karena jika denda dengan nominal yang telah ditetapkan sesuai peraturan,  otomatis uang denda masuk ke kas negara dan dapat dimanfaatnya untuk seluruh masyarakat Indonesia,  bukan untuk memperkaya orang atau kelompok tertentu.

Demikian pengalaman saya yg saya tahu juga dialami oleh banyak teman di berbagai daerah dan saya tahu ini sangat dilematis. 

Berharap usulan saya ini mendapat perhatian Bapak Kapolri Tito Karnavian dan  mendapatkan dukungan dari teman2 semua.

Terima kasih atas dukungannya,  kiranya Tuhan akan menolong kita berani ikut ambil bagian -meski kecil- untuk mewujudkan Indonesia bersih yang kita dambakan.

Salam

Sri Widarti



Hari ini: Sri mengandalkanmu

Sri Widarti membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kepolisian Negara RI: Kebijakan lupa perpanjang SIM, lebih baik didenda daripada menumbuhkan lahan pungli". Bergabunglah dengan Sri dan 40 pendukung lainnya hari ini.