Kompensasi SPP Santo Lukas Pademangan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Mengingat masalah Covid 19 yang melanda Indonesia, dimana anak-anak mulai SFH (School From Home). Kami selaku orang tua murid ingin meminta kompensasi keringanan SPP dari bulan Maret sampai SFH selesai.

Bahan pertimbangan :
1. Hampir semua sekolah memberikan kompensasi (potongan), bahkan ada beberapa yang free SPP selama pandemik.

2. Disini guru-guru dan para pengajar hanya memberi tugas dan menilai saja, tetapi orang tua di rumah yang berperan langsung, mengajar (bahkan pelajaran yg belum diajarin). Sekolahpun tidak mengeluarkan biaya operasional apapun selama anak belajar di rumah.

3."Mengajar" disini maksudnya bukan sekedar mengajar biasa, tetapi melibatkan alat alat elektronik seperti HP, komputer, printer, dll. Mengajar juga melibatkan kegiatan foto, rekam, upload, kirim, buka app dan control group setiap saat.

4. Orangtua selain keluar TENAGA, mutar OTAK, keluar jg WAKTU banyak (terlebih yang anakny lebih dari satu), dan keluar BIAYA (harus print dan beli kertas ulangan terus, kalo sekolah kan biasanya dapat fotocopy).

5. Perlu diingat, tidak semua punya peralatan elektronik lengkap dan tidak semua orang tua mengerti teknologi (bahkan guru saja ada yang mengaku gaptek) , tidak semua orang tua bisa mengajar (beberapa tamat pendidikan rendah), tidak semua orang tua tinggal di rumah (ada yg bekerja keluar, sehingga tidak ada waktu menemanin anak setiap saat), tidak semua orang tua berpenghasilan besar.

6. Karena pandemik corona yang  berkepanjangan, banyak orang tua yang kesulitan mencari nafkah (bahkan yang WFH digaji hanya setengah, belum yang diPHK) , sedangkan biaya rumah tangga naik terus.

Mohon pengertian dari Ketua Yayasan, untuk menyetujui petisi ini, berupa potongan SPP selama pandemik.