Siswa SMA N 1 Purwokerto Menolak KBM Setelah Sholat Jumat

Reasons for signing

See why other supporters are signing, why this petition is important to them, and share your reason for signing (this will mean a lot to the starter of the petition).

Thanks for adding your voice.

Shafira Latifa
3 years ago
“.... Guru bukan dewa yang selalu benar, dan murid bukanlah kerbau” —Soe Hok Gie

Thanks for adding your voice.

Kentut Unicorn
3 years ago
Saran dong, mie ayam pak kumis apa mardikenya?

Thanks for adding your voice.

Kentut Unicorn
3 years ago
Hadeh, waktu sama keluarga jadi berkurang dong. Pulsek ada kegiatan organisasi sama les trus kapan LEHA LEHANYA

Thanks for adding your voice.

Kentut Unicorn
3 years ago
Mendingan nyontoh finlandia aja, sekolah cuma 5 jam tanpa ulangan+pr. Mantul qq
https://www.hipwee.com/feature/sekolah-cuma-5-jam-tanpa-pr-ujian-nasional-kenapa-orang-finlandia-bisa-pintar/amp/

Thanks for adding your voice.

Ariella Raissa
3 years ago
Saya lebih setuju Senin pulang sampai jam 4 dan kalau dilihat jadwal baru pulang sore untuk hari Jumat suasana kelas banyak yang tidak kondusif

Thanks for adding your voice.

Rizqi Al Bambangi
3 years ago
tidak stuju dengan jam pelajaran baru yang telah di buat sekolah.

Thanks for adding your voice.

Aristo Numan
3 years ago
Mending buuat tidur

Thanks for adding your voice.

Fillah Haidar
3 years ago
Sebenarnya apa tujuan sekolah menerapkan tujuan ini?? Meringankan siswa? Salah besar. Justru itu meringankan guru. Problem beban kerja guru ini berawal dari terbitnya Undang-Undang nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang salah satu pasalnya menyatakan bahwa beban kerja guru mengajar sekurang-kurangnya 24 jam, dan sebanyak-banyaknya 40 jam tatap muka per minggu. 
Kemudian problem tersebut semakin krusial ketika Menteri Pendidikan Nasional menerbitkan Permendiknas nomor 18 Tahun 2007 Tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan, yang mengamanatkan bahwa guru yang telah memperoleh sertifikat pendidik, nomor registrasi, dan telah memenuhi beban kerja mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu, memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok.
Dua peraturan tersebut menimbulkan problem bagi guru, khususnya bagi guru mata pelajaran yang kuota jam belajarnya sedikit, seperti mata pelajaran agama, PKN, kesenian, dan mata pelajaran bahasa asing. Sehingga selama ini, bagi sejumlah guru harus mengajar di beberapa sekolah demi memenuhi beban kerja mengajar 24 jam tatap muka, yang merupakan syarat mendapatkan tunjangan profesi. Problem tersebut menjadi lebih sulit bagi para guru yang bertugas di daerah, yang jarak satu sekolah dengan sekolah lain cukup jauh atau akses jalannya terbilang sulit.
Dengan diterapkan Permendikbud tentang Hari Sekolah yang mengatur bahwa waktu sekolah akan berlangsung selama 5 hari dari Senin sampai Jumat dengan durasi waktu 8 jam setiap harinya, sehingga dalam satu minggu beban kerja guru menjadi 40 jam, problem beban kerja guru akan teratasi, termasuk bagi guru yang berstatus PNS yang harus melaksanakan tugas 37,5 jam per minggu. Dengan demikian, tidak akan ada guru yang kesulitan dalam memenuhi beban kerja mengajarnya, sehingga tidak ada lagi faktor yang menghambat untuk mendapatkan tunjangan profesi. Saya tau guru juga cape tapi itukan resiko profesi?? Apakah kewajiban memilih profesi menjadi guru?
Sekarang pelajar. Apa yg didapat pelajar dalam kebijakan baru ini? Pelajar semakin semangat? Sebelum kebijakan tersebut, khusus hari jumat siswa selesai mengikuti pembelajaran pada pukul 11:45 lalu akan ada sholat jumat dan setelah itu siswa bisa beristirahat dirumah, itupun kalo tidak ada pramuka namun setelah kebijakan tersebut diterapkan, siswa akan selesai mengikuti pembelajaran di sekolah pada pukul 15.30. bukankah hari jumat sampai jam 11.45 sudah cukup bagi guru berstatus pns mengajar 37.5 jam seperti yang saya bahas di atas? Lantas mengapa menambah jam waktu belajar apa tujuanya? dengan bertambahnya waktu belajar yang demikian, akan menambah beban tersendiri bagi para siswa, dan tentunya akan berpengaruh terhadap tingkat konsentrasi dan daya serap para siswa. 'itu resiko jadi pelajar salahnya jadi pelajar' iya tau saya pelajar karena menuntut ilmu itu sebuah kewajiban tapi kita juga butuh istirahat yang cukup supaya bisa maksimal esok harinya belum lagi tugas dari guru yang menumpuk dirumah. 'guru juga pulangnya sore kok' iya saya tau guru itu bekerja nah kita itu belajar bukan bekerja :) jadi saya kurang setuju terhadap kebijakan ini karena membebankan pelajar :)

Thanks for adding your voice.

Naufal Suherman
3 years ago
Hari jumat kalau pulang sore menurut saya kurang efektif dalam kegiatan pembelajaran, kalau sehabis pulang sekolah ada jutin, kira" siswa pulang maghrib, sampai rumah kecapean, gak bisa belajarr, jadi jangan salahkan siswa kalau prestasi menurun ^_^, salahkan kebijakan sekolah hehe..

Thanks for adding your voice.

Nurhadi Aldo
3 years ago
Mending bicara baik baik sambil udud