Siswa SMA N 1 Purwokerto Menolak KBM Setelah Sholat Jumat

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Sekolah mengeluarkan kebijakan baru mulai tanggal 2 Januari berupa penambahan KBM setelah Sholat Jumat. Perubahan jadwal menjadikan siswa pulang pukul 14.20 dengan tambahan 2 jam pelajaran setelah istirahat Sholat Jumat. Jam tersebut merupakan alokasi 1 jam pelajaran pada hari Senin dan 1 jam pelajaran tambahan.

Sekolah memberikan kebijakan baru ini dikarenakan adanya peraturan bahwa guru dan siswa harus pulang sore setiap hari di sistem 5 hari kerja dan memaksimalkan masjid di sekolah. Namun bukanya dengan adanya Jutin, siswa memang sudah pulang sore? Dengan diadakanya Jutin siswa juga menggunakan masjid untuk Jumatan. Dalam Permendikbud 23/2017, disebutkan bahwa jam belajar minimal adalah 40 jam dalam seminggu atau 8 jam dalam sehari. Sedangkan salah satu pembelajaranya dapat dalam bentuk mengikuti kegiatan pramuka ( link : https://hargo-co-id.cdn.ampproject.org/v/hargo.co.id/berita/jam-mengajar-guru-dikurangi-kini-tinggal-20-jam-dalam-sepekan.html/?amp_js_v=a2&amp_gsa=1&amp&usqp=mq331AQECAFYAQ%3D%3D#referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=From%20%251%24s&ampshare=http%3A%2F%2Fhargo.co.id%2Fberita%2Fjam-mengajar-guru-dikurangi-kini-tinggal-20-jam-dalam-sepekan.html )

Dengan mempertimbangkan kegiatan Pramuka yang wajib siswa ikuti, maka kebijakan baru ini dirasa memberatkan baik dari pihak peserta Jutin maupun pengurus Jutin yang harus dispen pelajaran setidaknya 1 kali dalam sebulan. Kami merasa apabila diperlukan adanya jam pelajaran tambahan, lebih baik jam tersebut ditambahkan di hari selain Jumat agar siswa bisa istirahat setelah 4 hari berturut-turut pulang sore.

Kami Siswa SMA N 1 Purwokerto merasa keberatan dengan kebijakan baru ini dan meminta diberlakukanya kebijakan lama.