Petisi ditutup

Bebaskan Panglima Budi Tikal Tanpa Syarat!

Petisi ini mencapai 228 pendukung


Tandatangani petisi ini untuk mendesak Kepolisian Republik Indonesia membebaskan Panglima Tikal yang diculik Sepasukan Oknum Polisi Bersenjata. 

Tubagus Budhi Firbany alias Budi Tikal alias Budi alias Panglima adalah penasihat hukum yang telah menangani ratusan kasus hukum untuk membantu masyarakat kecil dan nelayan di Pulau Bangka dan berbagai tempat di Indonesia secara suka rela, yang menempuh segala risiko dan tekanan. Budhi dilantik sebagai panglima adat budaya Bugis dan Melayu di masa Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi, sehingga “Panglima” menjadi nama keduanya.

Pada 3 Agustus 2017, Budhi diyakini diculik oleh sepasukan oknum polisi bersenjata saat dia keluar dari kantor Polsek Sukasari, Bandung, Jawa Barat. Dia berada di kantor Polsek Sukasari, Bandung, karena tengah memberikan keterangan sebagai korban pengeroyokan dan penganiayaan (pasal 170 KUHP dan pasal 351 KUHP).

Salah seorang oknum mengaku sebagai kepala unit Buser dari Polres Bangka dan seorang oknum lagi mengaku sebagai penyidik perkara Kanit Resum dari Polres Bangka, yang membawa sepucuk surat dan satu-satunya surat, yaitu surat perintah membawa saksi dari oknum Kapolres Bangka saat ini.

Dalam surat perintah itu Budhi dituding sebagai aktor pemberontakan, padahal ia hanya mendampingi masyarakat kecil untuk mempertahankan ruang hidup yang akan diubah menjadi kawasan tambang timah. 

 

Usaha penculikan dan penangkapan Budhi bukan pertama kali.

Pada 17 Januari 2015 sepasukan oknum polisi bersenjata api dengan peluru tajam mengobrak-abrik bandara Depati Amir, Pangkalpinang. Mereka merusak dan merampas CCTV di ruang VVIP, mencari Budhi. Petugas kepolisian dari Polda Bangka Belitung, petugas keamanan bandara, petugas Angkasa Pura, dan petugas protokol Bangka Belitung yang berada di bandara menghalangi, karena pasukan ini tidak memiliki surat perintah penahanan dan penangkapan orang.

Kapolri mengambil tindakan. Kapolres Bangka I Bagus Rai Erliyanto dimutasikan ke Maluku.

Lebih dari dua tahun berlalu sejak kasus itu, intimidasi dan ancaman terhadap masyarakat nelayan belum berhenti, baik dari oknum kepolisian maupun penambang timah ilegal. Budhi dinyatakan berstatus DPO oleh oknum polisi, sedangkan berdasarkan informasi dari Mabes Polri, dia bukan DPO.

Dia juga dituduh melarikan diri, meski dia bukan saksi ataupun tersangka kasus hukum saat meninggalkan Bangka.

Pada 7 Agustus 2017 Budhi di-BAP sebagai saksi dan tersangka oleh oknum polisi Polres Bangka. Tapi oknum yang bersangkutan tidak bersedia memperlihatkan isi BAP sampai hari ini. Dua minggu dia hilang dan sekarang mendekam di tahanan Polres Bangka.

Mengingat keganjilan kasus ini dan penyalahgunaan hukum yang dilakukan oknum aparat yang terlibat, maka kasus ini harus ini dibatalkan demi hukum. Budhi harus dibebaskan tanpa syarat.

Kami mendesak Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi M. Tito Karnavian untuk membebaskan Panglima Tikal atau Budhi agar dibebaskan tanpa syarat!



Hari ini: Linda mengandalkanmu

Linda Christanty membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kepala Polisi Negara Republik Indonesia : Bebaskan Panglima Tikal Tanpa Syarat!". Bergabunglah dengan Linda dan 227 pendukung lainnya hari ini.