Pemprov Malut dan Pemkot Tidore Kepulauan Gagal Dalam Membangun Daerah

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


“PEMERINTAH PEMPROV MALUT  DAN PEMKOT TIDORE KEPULAUAN GAGAL DALAM MEMBANGUN DAERAH”

Oleh : Safrudin Taher
Mendagri BEM Universitas Khairun

 

Ada sejumlah kebijakan dan kinerja pemerintah baik pemerintah provinsi maluku utara dan pemerintah kota tidore kepulauan harus dievaluasi, sesuai dengan hasil advokasi dan investigasi di Kecamatan Oba Selatan Tidore Kepulauan melalui kegiatan Bina Desa di Desa Wama menemukan kesan bahwa pemerintah memarjinalkan masyarakat Oba Selatan Jauh. Secara administrasi layanan pemerintah maksimal, tetapi masyarakat Oba Selatan Tidore Kepulauan masih terisolasi dari sisi ekonomi. Kita tau secara bersama Oba Selatan memiliki banyak sumber daya atau potensi tetapi banyak kendala yang dihadapi oleh masyarakat dalam hal produksi, distribusi dan komsumsi. Potensi-potensi yang dimilki oleh masyarakat oba selatan diantaranya adalah hasil produksi  pertanian,  perikanan dan UMKM. Misalnya kelapa atau kopra sebagai tanaman tahunan sementara tanaman bulanannya yaitu barito, buah naga, pisang dan ikan terkendala pada distribusi, sebab tidak ada akses yang mendukung dalam produksi dan distribusi barang  masyarakat. Akses tersebut adalah infrastuktur jalan, jaringan komunikasi dan pasar.

Oba Selatan sampai saat ini infrastruktur jalan seperti kolam renang, akses jaringan komunikasi pun tidak ada dan pasar yang sampai saat ini belum  berfungsi, padahal pasar telah di bangun dari tahun 2015 oleh pemerintah provinsi maluku utara yang sampai saat belum ada peresmian pasar, sehingga pasar saat ini jadi “kandang kambing”. Sebab tidak adanya infrastruktur jalan, jaringan komunikasi dan pasar ini berdampak pada comsumsi masyarakat yang menyebabkan daya beli masyarakat terbatas dan pendapatan masyarakat tidak ada.

Dari pengamatan tersebut kami menganggap Pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Kota Tidore Kepulauan gagal dalam membangun daerah, khususnya Oba Selatan yang masih terisolasi dari aspek ekonomi dan Untuk mengatasi terisolasi dari sisi ekonomi di Oba Selatan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Khairun lewat kegiatan Bina Desa oleh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Desa Wama, mengharapkan perhatian serius dari pemerintah baik pemerintah provinsi dan Kota Tidore Kepulauan, agar segera memperbaiki infrastruktur jalan, jaringan komunikasi dan pasar, sebab ketiga hal tersebut dapat menggerakan ekonomi masyarakat Oba Selatan terkait produksi, distribusi dan komsumsi masyarakat Oba Selatan. Salam Perubahan......!!!!

Tuntutan

1.Pemberian aset kekuasaan pasar Desa Wama dari Pemprov kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam hal ini dinas terkait.

2.Mendesak kepada Gubernur     Malut agar secepatnya pengadaan jaringan informasi dan komunikasi (TOWER) Di Desa Wama Kecamatan Oba Selatan.

3.Mendesak kepada Gubernur Malut segera realisasikan infrastruktur jalan Kecamatan Oba Selatan.

4.Mendesak Gubernur Malut untuk segera realisasikan jembatan penghubung masyarakat Desa Wama.

5.Mendesak Gubernur Malut segerah penambahan bangunan sekolah di Desa Wama.

Demikian petisi ini kami buat dengan segenap dan keresahan dan harapan kami terhadap nasip masyarakat Oba Selatan secara umum dan Desa Wama secara khusus. Petisi ini akan diserahkan langsung kepada Walikota Tidore Kepualauan, Gubernur Malu, Mentri PUPR, Kemeninfo dan Presiden Republik Indonesia.



Hari ini: safrudin mengandalkanmu

safrudin Taher membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kementrian PUPR dan Komeninfo: Pemprov Malut dan Pemkot Tidore Kepulauan Gagal Dalam Membangun Daerah". Bergabunglah dengan safrudin dan 4 pendukung lainnya hari ini.