Hentikan Kasus Suap Menyuap Dalam Dunia Pendidikan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Pendidikan merupakan sarana proses pembelajaran bagi peserta didik untuk aktif mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki serta membangun karakter, akhlak mulia, yang diperlukan untuk dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Namun, sudah bukan menjadi rahasia umum lagi tentang sisi gelap dunia pendidikan yaitu kasus suap menyuap. Kasus suap menyuap yang terjadi begitu kompleks mulai dari tingkatan siswa hingga pejabat dalam bidang pendidikan.

Memang belum ada kasus spesifik terkait suap menyuap dalam dunia pendidikan di Indonesia yang mencuat menjadi perbincangan publik. Namun, ada banyak kasus yang sengaja ditutupi  tetapi sebenarnya diketahui oleh masyarakat umum dan masyarakat juga memilih untuk bungkam, seperti kasus masuk sekolah / universitas favorit melalui jalur belakang. Kasus suap ini dapat dilihat dari mudahnya masuk sekolah negeri favorit melalui jalur belakang atau menyogok tanpa mengindahkan  standar yang sebenarnya telah ditentukan dalam penerimaan siswa. Tindakan ini sangat merugikan karena secara tidak langsung telah mencurangi peserta didik lain yang dengan serius mengikuti standar sekolah tersebut. Selanjutnya ada kasus dimana terdapat murid bermasalah tetapi karena orang tuanya tidak ingin anaknya mendapat sanksi/hukuman akhirnya melakukan suap terhadap gurunya berupa uang ataupun barang. Tidak hanya itu, terdapat kasus dimana peserta didik yang merupakan anak dari seorang donatur sekolah bisa lepas dari masalah yang dia buat dikarenakan pihak sekolah yang tidak mau menindaklanjutinya.  Terdapat juga kasus suap yang tingkatannya lebih tinggi dilihat dari banyaknya tenaga didik yang ingin naik jabatan dengan cara yang instan, sehingga memilih melalui penyuapan. Pemaparan  kasus – kasus tersebut hanyalah Sebagian kecil dari banyaknya kasus kecurangan dalam Pendidikan yang sebenarnya terjadi.

Berbagai kasus  yang dilakukan oknum – oknum ini jelas telah mengotori nama dunia Pendidikan yang menjadi kiblat masyarakat dalam kehidupan. Hal ini tidak bisa dibiarkan terus – menerus hingga menjadi tradisi di masyarakat. Pihak – pihak yang memiliki kewenangan dalam dunia Pendidikan diharapkan memiliki perhatian khusus dan secara lebih serius mengambil Tindakan tegas untuk menghentikan kejadian ini dengan memberi efek jera para oknum yang terlibat melalui kewenangan yang dimiliki. Saat ini hanya Lembaga Pendidikan yang berwenanglah harapan satu – satunya masyarakat untuk menghentikan praktik kotor turun temurun ini.

Mari dukung petisi ini untuk menarik perhatian para pembuat kebijakan sadar bahwa suap menyuap harus dihentikan untuk mengembalikan kesucian Pendidikan dan mendorong banyak orang untuk segera berhenti melakukan tindakan tersebut.