Dukung Djarum lanjutkan audisi Altle Muda Berbakat

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Selama tidak ada lembaga lain yg mampu menggantikan Djarum Foundation sebagai agen pembibitan altlet pulutangkis muda. Tidak selayaknya apa yg sudah jelas hasilnya dihentikan.

Rokok memang membahayakan tp kalau terkait dg persaingan bisnis rokok karya Djarum Foudation tidak bisa dilihat sebagai kaitannya dg industri rokok. KPAI sbg salah satu lembaga yg melindungi anak, seperti tidak ada yg lebih penting dari soal isu ini.

Pekerja domestik anak, pekerja anak sektor industri dan TKI banyak. Mengapa tidak melakukan hal itu, sementara tradisi Djarum sudah sangat jelas jejaknya.

Mari kita dukung Djarum Foudation melestarikan tradisi yg dibangun sejak puluhan tahun yang lalu. Jejak itu bisa dilihat dari prestasi seperti legenda pebulutangkis hebat Liem Swi King, yang dikenalndg King Smash  lalu Christian Hadinata, Tony Gunawan, dan atlet muda yang lain seperti Andre Kurniawan Tedjono, Andreas Adityawaran, Ari Yuli Wahyu Hartanto, Debby Susanto, Febby Angguni, Fran Kurniawan, Luluk Hadiyanto, Maria Elfira Christina, Maria Kristin Yulianti, Meiliana Jauhari, Mohammad Ahsan, Nugroho Andi Saputro, Purwati, Rian Sukmawan, Rintan Apriliana Sutanto, Rosaria Yusfin Pungkasari, Shendy Puspa Irawati, Sigit Budiarto, Sylvinna Kurniawan, Yonathan Suryatama Dasuki dan Yulianti.

Sekali lagi tidak fair untuk generasi muda yg menggantungkan harapan ke Djarum Faoundation. Selama KPAI tidak mampu mencarikan alternatif solusi dan hanya semata-mata soal produk rokok yg dianggap membahayakan dan seolah-olah endorese pemakaian rokok, ini hal yg sama sekali tidak adil bagi pengembangan bulutangkis Indonesia.