Keadilan Untuk Razan, Dukung Investigasi ICC Terhadap Kejahatan Perang Israel.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Beberapa hari lalu Razan Ashraf al-Najjar seorang suster berusia 21 tahun tewas ditembak oleh sniper israel di perbatasan Gaza saat sedang membantu mengobati para demonstran yang terluka dalam aksi protes "Great March of Return".

Razan bekerja sebagai sukarelawan dalam aksi protes tersebut, dan seperti yang kerap Razan katakan kepada orang tua nya, dia tidak takut untuk membantu dalam aksi tersebut karena baju putih medis yang ia gunakan yang akan menjadi senjata pelindungnya.

Apa yang dikatakan Razan benar, pekerja medis termasuk pihak yang dilindungi dalam Geneva Convention Kesatu yang dikeluarkan pada tahun 1864, dan berdasarkan GC tersebut, petugas medis jatuh dalam kategori non-combantants. Article 24 pada GC secara khusus diadopsi untuk melindungi petugas medis yang sedang melakukan tugasnya untuk merawat korban yang terluka.

Penyerangan terhadap petugas medis yang secara jelas menggunakan atribut medis, dikategorikan sebagai salah satu kejahatan perang.

Dewan Keamanan PBB sudah mengeluarkan pernyataan terkait tragedi ini, bahwa siapapun yang bertanggung jawab terhadap pelanggaran hak assasi manusia harus dihukum, dan mengeluarkan sebuah resolusi yang mengutuk tindakan berlebihan Israel terhadap warga Palestina.

Namun sayang, Amerika Serikat yang diwakili oleh Nikki Halley menggunakan hak Veto nya dan mengatakan bahwa resolusi ini berat sebelah dan menyalahkan Hamas atas kekacauan di Gaza.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia memiliki tanggung jawab untuk membantu rakyat palestina mendapatkan keadilan seperti yang dituangkan dalam konsep R2P (Responsibility to Protect), dimana suatu negara memiliki kewajiban untuk melindungi negara lainnya dengan cara cara yang dianggap perlu, dalam hal terjadi kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Berdasarkan berita dari The Jerusalem Post, saat ini Israeli Defense Force sedang melakukan investigasi internal terkait tragedi penembakan Razan.

Dan sampai sekarang terhitung sudah ada 4 organisasi hak asasi manusia yang mengirimkan permohonan kepada International Criminal Court (ICC) untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait kematian Razan dan segera mengadili pelakunya.

Bantu mereka dalam mendapatkan keadilan untuk Razan dengan menandatangani petisi ini, untuk masa depan kemanusiaan yang lebih baik.

#justiceforrazan #notatarget #deliberatewarcrime #itsabouthumanity

 

 

 



Hari ini: Women mengandalkanmu

Women Makesimpact membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kementrian Luar Negeri: Keadilan untuk Razan. Dukung ICC untuk melakukan investigasi kejahatan perang oleh Israel.". Bergabunglah dengan Women dan 270 pendukung lainnya hari ini.