Penolakan (Addendum) ANDAL RKL-RPL TYPE A PT​.​DPM

Penolakan (Addendum) ANDAL RKL-RPL TYPE A PT​.​DPM

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!
Dina Situmorang memulai petisi ini kepada kementrian lingkungan hidup dan kehutanan

Kami masyarakat sekitar tambang yang diusulkan oleh PT. DPM menyatakan bahwa kami “MENOLAK”  (Addendum) ANDAL RKL-RPL Tipe A PT. DPM dengan  beberapa alasan, sebagai berikut:

1.      Minimnya partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan AMDAL tahun 2005 dan untuk Addendum RKL-RPL Tipe A  PT.DPM  tahun 2021 belum jelas dan belum ada bukti kuat keterlibatan masyarakat. Berdasarkan Pasal 34 PP No. 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, disebutkan bahwa masyarakat harus dilibatkan dalam penyusunan AMDAL. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 9 (2b) PP No. 27 Tahun 2012 tentang  partisipasi  masyarakat melalui konsultasi publik.

2.      Dalam AMDAL 2005 untuk persetujuan operasi pertambangan di kawasan hutan, tidak ada kajian teknis baru yang disetujui terkait dengan fasilitas penyimpanan bahan peledak, tetapi pada kenyataannya, fasilitas penyimpanan bahan peledak telah dibangun. Undang-Undang tentang AMDAL menyatakan bahwa pemrakarsa proyek hanya dapat melakukan kegiatan yang telah disetujui sebelumnya. Sementara itu, fasilitas penyimpanan bahan peledak berada  di dekat Dusun Sipat jelas belum disetujui. Kemudian dalam Addendum ANDAL 2021, DPM mengusulkan fasilitas penyimpanan di lokasi baru. Hal ini jelas menunjukkan bahwa PT. DPM beroperasi sesuka hati. Kami tidak bisa mempercayai DPM karena ketidak hati-hatiannya  atas  hidup kami, sungai dan tanah kami.

3.      Addendum ANDAL PT.DPM tahun 2021 menunjukkan bahwa bendungan limbah berada pada kedalaman Toba Tuff  hingga dan bahkan lebih dari 50 meter. Berdasarkan analisis Ahli Keamanan Bendungan Richard Meehan yang membantu kami, lokasi pembangunan bendungan limbah berada di daerah dengan struktur tanah yang tidak stabil, curah hujan yang tinggi, dan sesar/patahan gempa serta rawan bencana. Risiko pecahnya bendungan limbah sangat tinggi karena merupakan kawasan rawan bencana dan dekat dengan pemukiman.

4.      PT. DPM  sama sekali tidak memperhitungkan dampak dari tingginya kemungkinan rusaknya bendungan limbah. PT. DPM mengatakan bahwa mereka akan mulai mengembangkan strategi bendungan limbah dari waktu ke waktu, tentu ini tidak dapat diterima.

5.      PT. DPM mengusulkan untuk membangun tambang di atas/sekitar sumber air masyarakat yang membahayakan sumber air tersebut. Mengingat kemungkinan toksisitas  bahan limbah dan penyimpanan limbah yang tidak stabil, tidak memperhitungkan dampak penambangan, PT. DPM.  Pengabaian PT. DPM terhadap pasokan air masyarakat merupakan tindakan yang sangat mengkhawatirkan.

6.      PT.DPM tidak transparan mengenai informasi rencana penambangan dan informasi geologi tidak tersedia. Informasi ini penting untuk penilaian independen terhadap stabilitas bendungan tailing yang diusulkan, tetapi DPM menolak untuk menyediakannya untuk umum.

Alasan kami kuat berdasarkan data dan fakta di lapangan. Oleh karenanya  kami sangat yakin Komisi Penilai AMDAL Pusat dan KLHK akan berhenti mempertimbangkan/meninjau  Addendum ANDAL RKL-RPL Tipe A PT.DPM dan tidak memberikan  persetujuan izin lingkungan baru apapun kepada PT.DPM dalam rangka pengarusutamaan keselamatan umum dan keberlanjutan lingkungan.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!