Bangkitkan Persatuan dan Nasionalisme Indonesia dengan menghentikan isu SARA.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Tujuan dari petisi ini adalah untuk menghapus ujaran yang kurang baik guna belajar menghormati suku-suku dari berbagai negeri. Petisi ini dibuat untuk menyadarkan masyarakat Indonesia agar menerima perbedaan dari berbagai macam suku, ras, agama dan antar golongan serta mempelajari bagaimana cara untuk saling menghormati satu sama lain.

Mari kita lihat kembali Undang Undang Dasar (UUD) Tahun 1945 Pasal 29, di mana kebebasan dalam memeluk agama dan beribadah menurut agamanya tersebut adalah hal yang mendasar. Jelas ini merupakan pelanggaran yang sangat berat.


Berdasarkan pada KUHP Pasal 156 bahwa ‘’Barang siapa di depan umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau merendahkan satu atau beberapa golongan penduduk Indonesia, dipidana penjara selama-lamanya empat tahun atau dengan pidana denda setinggi-tingginya empat ribu lima ratus rupiah’’.


Yang dimaksud dari pasal ini dan pasal berikutnya adalah bagian dari penduduk Indonesia yang mempunyai perbedaan dengan satu dan beberapa bagian lainnya berdasarkan suku, daerah, agama, asal-usul, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum ketatanegaraan.


Berdasarkan Undang Undang ITE Pasal 28 Ayat 2 tahun 2008 bahwa ‘’Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA’’. Ketentuan pidana Pasal 28 Ayat 2 tersebut diatur dalam pasal 45 ayat 2 berbunyi: ‘’Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat 1 atau ayat 2 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak 1 miliar rupiah”.


Selain melanggar undang-undang, aksi pemberontakan ini juga menentang beberapa norma dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan juga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Membubarkan dan memberontak gereja saat melakukan ibadah tahunan (Natal, Perjamuan Kudus, dsb) menentang beberapa norma Pancasila, yaitu sebagai berikut;

Pancasila sila kesatu: Ketuhanan yang maha Esa
Pancasila sila ketiga: Persatuan Indonesia  
Pancasila sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, tujuan petisi ini adalah agar pemerintah dan Bapak Presiden dapat merevisi ulang Undang-Undang dasar negara dan menegaskan penetapan hukum terhadap pelanggaran SARA. Indonesia adalah negara damai, karena menghargai perbedaan orang lain, baik itu suku, agama, ras, maupun antar golongan. Namun pada akhirnya, kita tetap bersatu sama yang lain.