tolak konversi lahan pertanian ke industri ,dari pihak pengembang PT. Taifa Development.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Pembangunan yg akan di laksanakan oleh PT. Taifa Development sebagai pihak pengembang dan pembangunan di Desa Gembor kecamatan Pagaden , Kabupaten Subang-jawa barat. Ini menjadi hal yang sangat memprihatinkan . Karena pada dasarnya tanah yg akan di jadikan sebagai lahan kawasan perindustrian tersebut berasal dari pembebasan tanah dari warga yg notabene nya itu lahan pertanian dan perkebunan. 

Sudah jelas tersirat dalam UUD, pasal 33 ayat 3 UUD 1945 bahwasannya “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Ini harus menjadi pijakan dasar pemerintah di kabupaten Subang untuk membuat aturan-aturan yang tegas dengan harapan lebih mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan investor. Misal saja pengalihan fungsi lahan , dari pertanian ke industri itu harus di kaji dengan AMDAL(Analisis dampak lingkungan) agar tidak lagi merugikan masyarakat .

Masyarakat jangan terlena oleh iming-iming uang receh di dalam proses perizinan. Lahan produktif yang dialiri kali cileuleuy itu, kini telah dikuasai 100% oleh para investor yang luasnya sekitar kurang lebih 100ha .tanpa masyarakat sadari apabila hal ini terjadi atau diijinkan oleh Pemkab Subang,maka akan terjadi dampak negatif yang menyangkut lingkungan hidup dan kehidupan masyarakat, antara lain akan kehilangan lahan pertanian yang menjadi andalan masyarakat petani sebagai bahan pokok ketahanan pangan, akan menimbulkan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah pabrik yang akan mengganggu kesehatan masyarakat.