Terapkan Regulasi Transportasi Online yang melindungi konsumen dan driver dari ancaman,

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Sudah Amankah Transportasi Online bagi konsumen?

Belakangan ini terjadi kasus kriminal yang dilakukan driver online terhadap konsumennya, begitu juga sebaliknya. Sejak Juli 2016 hingga Maret 2018, setidaknya tercatat telah terjadi 14 kasus kriminal berupa pelecehan seksual, perampasan barang, perampokan, bahkan hingga pembunuhan yang terjadi kepada konsumen taksi atau ojek online. Dua kasus terbaru yang menjadi sorotan adalah kasus pencabulan oleh driver online, Angrizal Noviandi, terhadap penumpangnya pada Februari lalu; dan tentunya kasus pembunuhan Yun Siska Rochani oleh supir taksi online pada 18 Maret yang lalu.

Beberapa upaya harus dilakukan demi melindungi konsumen, Pemerintah harus memaksa perlindungan melalui regulasi. Beberapa hal yang harus dimuat dalam regulasi antara lain:

  • Rekrutmen transportasi online harus jelas dan terdata dengan baik. Adanya tindakan kriminal yang dilakukan 'akun bodong' membuktikan driver tidak terdata secara aktual oleh Aplikator.
  • Nilai yang diganti asuransi jika ada kecelakaan perlu dinaikkan dari Rp 10 juta menjadi Rp 50 juta. 
  • Aplikator perlu menghadirkan Digital Dashboard di kendaraan online demi dapat mengawasi pergerakan driver apabila terjadi tindak kriminal. 
  • Kendaraan yang digunakan harus memenuhi standar (lulus KIR).
  • Kesejahteraan driver online, penentuan tarif murah berakibat pada kerugian driver yang berujung pada biaya pemeliharaan kendaraan dan driver itu sendiri. Biaya pemeliharaan kendaraan tentu menjadi elemen penting terkait keselamatan berkendara. Tarif murah yang menuntut driver kerja lebih banyak serta lama berujung pada tingginya potensi kecelakaan akibat kondisi fisik dan mental yang tidak sehat.
  • Pemberlakuan Kuota transportasi online di suatu area, mengingat banyaknya transportasi online berujung pada mengurangnya pendapatan perorangan karena jumlah penumpang yang tetap.

Kebutuhan dasar manusia terpenting yakni keselamatan dan keamanan. Saat ini, keselamatan dan keamanan konsumen dan driver online terancam karena absennya regulasi yang mengatur transportasi online. Hari ini dan Kemarin, kita melihat berita tentang korban transportasi online, hari ini dan besok mungkin Kita, keluarga atau teman terdekat kita yang menjadi korban di dalam berita tersebut. Oleh karena itu, Kami “Komunitas Pengguna Transportasi Online” yang bekerja sama dan difasilitasi Vamsa Indonesia mengajak seluruh masyarakat mendukung petisi ini untuk mencegah adanya korban lagi. 

 

Sumber: Hasil Diskusi Publik yang diadakan Vamsa Indonesia pada 20 April 2018 di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP UI di tambah diolah dari berbagai sumber.



Hari ini: Komunitas mengandalkanmu

Komunitas Pengguna Transportasi Online membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kementerian Perhubungan: Terapkan Regulasi Transportasi Online yang melindungi konsumen dan driver dari ancaman,". Bergabunglah dengan Komunitas dan 9 pendukung lainnya hari ini.