Kurikulum yang Membodohkan!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Selama satu tahun ajaran, Juli-Juni tahun berikutnya, murid-murid SMP dan SMA di Indonesia dibebani dengan tuntutan Kurikulum 2013. Kurikulum yang seharusnya dapat memajukan bangsa, malah menjadi momok bagi semua murid di Indonesia.

Kurikulum 2013 membebankan minimal 2 projek dan 2 tugas per mapel per semester. Apabila dihitung, dengan jumlah -+16 mapel, maka dalam 1 Tahun Ajaran akan didapati 64 Projek dan 64 Tugas yang harus diselesaikan. Hal ini otomatis mengganggu waktu bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungan, serta mengikis waktu untuk mengembangkan bakat dan minat siswa-siswi. Belum lagi dengan ancaman tidak naik kelas apabila ada 2 mapel di bawah KKM; HARUSKAH KAMI MENGUASAI SEMUA MAPEL? Kami juga MANUSIA BIASA yang DICIPTAKAN DENGAN BAKAT DAN KEMAMPUANNYA MASING MASING. Jadi, mohon pahami kami, bukankah bapak sendiri juga manusia biasa, yang terbatas, sehingga tidak bisa menguasai semua hal?

Karena Teknologi, kami diharuskan untuk belajar independen, namun kemudian di sekolah hasil riset kami di internet ditolak dan bahkan disalahkan karena tidak sesuai dengan Kurikulum 2013 yang materinya sudah ketinggalan Zaman. Bukankah sebagai manusia kita harus bisa beradaptasi dan mengikuti zaman? Materi di sekolah juga penuh dengan teori, tidak ada prakteknya! Contohnya, pelajaran OR ada teorinya, begitu pula dengan Prakarya yang juga ada teorinya. 

Kami memohon bapak untuk mengubah Kurikulum Pendidikan di Indonesia. Berikanlah kami sebuah sistem pendidikan dan Kurikulum yang ramah pada siswa, yang mengedepankan hal hal praktikum; yang melestarikan budaya bangsa; yang mengizinkan kami untuk maju dan mengembangkan bakat dan minat kami, dan tidak dibebani dengan tugas tugas yang memberatkan dan tidak penting! Kami masih butuh waktu untuk bersosialisasi dan mengembangkan diri. Buatlah Kurikulum baru terdiri dari kurikulum yang dibuat oleh Ki Hajar Dewantara, Finlandia, dan Kurikulum Australia!



Hari ini: Hokan mengandalkanmu

Hokan Muljono membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kementerian Pendidikan Republik Indonesia: Kurikulum yang Membodohkan!". Bergabunglah dengan Hokan dan 6 pendukung lainnya hari ini.