Pemotongan UKT untuk semua mahasiswa di tengah pandemi COVID-19 (KBM Online)

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.

Dengan 1.000 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!

Pada tanggal 22 Mei 2020, Rektor menerbitkan Surat Rektor NOMOR 3711/UNI.P.1/SET-R/KR/2020 TENTANG Pedoman KBM dalam Masa Pandemi Covid-19, serta mengesahkan Surat Keputusan Rektor NOMOR 792/UN1.P/KPT/HUKOR/2020 TENTANG KERINGANAN PEMBAYARAN UANG KULIAH TUNGGAL BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA pada tanggal 04 Juni 2020. Surat pertama merupakan rencana sistem pembelajaran UGM yang dibagi menjadi tiga yaitu; 1. Skenario Optimistik, 2. Skenario Moderat, 3. Skenario Pesimistik. UGM sudah mempersiapkan proses kegiatan belajar mengajar berdasarkan surat tersebut, yakni menggunakan sistem daring untuk semester ganjil selanjutnya. Selanjutnya SK Rektor yang mengatur keringanan tercantum di poin ketiga dan keenam. Poin ketiga menjelaskan pemberian bentuk keringanan UKT, yaitu: a. penurunan kelompok UKT bagi mahasiswa program diploma dan sarjana, b. keringanan sebesar persentase tertentu bagi mahasiswa program sarjana kelas International Undergraduate Program (IUP), c. keringanan sebesar persentase tertentu bagi mahasiswa program profesi,  d. keringanan sebesar persentase tertentu bagi mahasiswa pascasarjana yang membayar UKT dengan dana sendiri (bukan mahasiswa penerima beasiswa/kerjasama instansi), dan e. keringanan atau pengembalian (refund) UKT sebesar persentase tertentu bagi mahasiswa program diploma, sarjana, profesi, dan pascasarjana yang dinyatakan lulus yudisium sebelum tanggal 1 November 2020 semester gasal tahun ajaran 2020/2021. Lalu di poin keenam menjelaskan pengajuan keringanan UKT sebagaimana dimaksud pada poin ketiga harus disertai; a. surat pernyataan penurunan kemampuan ekonomi akibat terdampak pandemic Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), slip gaji surat keterangan penghasilan sebelum dan sesudah terdampak pandemik COVID-19, surat pemutusan hubungan kerja, atau bukti lainnya yang sah untuk huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, b. surat keterangan lulus atau keputusan yudisium untuk huruf e.

Fokus petisi ini menyoroti dua produk surat sesuai penjelasan di atas tidak menjawab persoalan ekonomi mahasiswa di tengah kondisi pandemik. Seharusnya UGM dapat melakukan keringanan UKT tanpa prasyarat dan dapat dirasakan seluruh mahasiswa. UGM sebagai PTNBH seharusnya menetapkan tarif biaya kuliah yang dibebankan kepada mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonominya seperti amanat Pasal 9 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2015 tentang Bentuk dan Mekanisme Pendanaan PTNBH. Belum lagi perkuliahan dengan metode daring mahasiswa tidak merasakan fasilitas sesuai biaya yang dikeluarkan. Seharusnya secara transparan UGM dapat menjelaskan kepada mahasiswa biaya serapan dari sejumlah UKT yang dibayarkan dan dapat mengembalikan. Kebijakan pemberian pulsa juga tidak terjadi merata atau tidak semua mahasiswa mendapatkannya. UGM juga seharusnya memberikan keterangan besaran persentase pemotongan sesuai kebutuhan perkuliahan daring di semester selanjutnya, sehingga mahasiswa dapat mengeluarkan biaya UKT sesuai kebutuhan kuliah daring selanjutnya. Selama proses pelaksanaa kuliah daring mahasiswa merasakan bahwa metode kuliah daring tidak berjalan secara efektif.

Berdasarkan pertimbangan dan kondisi yang telah disebutkan sebelumnya, kami mahasiswa pascasarjana melalui petisi ini mendesak kepada Universitas Gadjah Mada sebagai berikut:

  1. Menurunkan UKT secara universal tanpa syarat administratif apapun dalam persentase yang jelas dan signifikan bagi mahasiswa
  2. Pengembalian UKT di semester genap sebelumnya yang tidak terpakai secara optimal karena penerapan “Lockdown” di kampus ketika pandemik datang
  3. Mendorong kepastian subsisdi kuota/pulsa bagi semua elemen mahasiswa agar proses KBM secara daring dapat berjalan secara efektif
  4. Memperjelas standarisasi dan quality of control proses KBM secara daring meliputi; kapasitas dan kapabilitas penggunaan teknologi daring; kepastian dan penyesuaian jadwal KBM serta tugas mahasiswa dengan kompleksitas zona kewilayahan di Indonesia

Demikian petisi ini kami sampaikan.

Atas nama keadilan!
Tabik,
ALIANSI MAHASISWA PASCASARJANA UGM

Narahubung:   Ramaditya (0822-9759-1122)
                        Surya Mentari (0853-2903-3350)
                        Sekar Rembulan (0858-6889-3678)