Pertahankan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika lewat Edukasi

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Saat ini, banyak kelompok di Indonesia yang bertujuan untuk memecahkan negara Indonesia melewati pelanggaran SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan). Padahal, motto nasional Indonesia bermakna, “Berbeda tetapi satu”. Pemerintahan Indonesia pun telah menetapkan berbagai macam penegakkan hukum terhadap aksi diskriminasi tersebut;


KUHP; Pasal 156

“Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Perkataan golongan dalam pasal ini dan pasal berikutnya berarti tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa bagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat, asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara. y”


UU ITE; Pasal 28, Ayat 2

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA.”


UUD 1945 Pasal 28 E
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.

(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.


Namun, penegakkan hukum yang telah ditetapkan oleh pemerintahan Indonesia, masih saja diabaikan karena rasa kebebasan oleh para pelanggar dari tindakan hukum. Karena itu, agar Indonesia tetap bersatu, generasi muda Indonesia sejak dini harus teredukasi mengenai Bhinekka Tunggal Ika, karena edukasi merupakan salah satu cara untuk menciptakan rasa kesatuan dalam generasi muda Indonesia. Karena itu, kami memohon Presiden Republik Indonesia agar setidaknya mempertimbangkan petisi ini.

 

 

 



Hari ini: Gang mengandalkanmu

Gang Weed membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan : Pertahankan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika lewat Edukasi". Bergabunglah dengan Gang dan 6 pendukung lainnya hari ini.