Pandemi COVID-19, UIR Acuh Terhadap Himbauan Kemendikbud

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Merebaknya pandemi Corona Virus Disease 19 (COVID-19) di Indonesia telah berimbas ke segala aspek kehidupan. Pertama kali ditemukan di Wuhan pada pertengahan Desember 2019, hingga awal Maret sudah memasuki Indonesia.

Pada dasarnya, tidak ada yang menginginkan semua ini terjadi. Kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah, sejatinya adalah untuk kepentingan bersama. Nadiem Makarim—Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Surat Edaran (SE) No.36962/MPK.A/HK/2020 menghimbau untuk melakukan Pembelajaran secara dalam jaringan (Daring) serta bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.

Sejalan dengan hal tersebut, Nizam—Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) merespon baik arahan sang Menteri dengan mengeluarkan SE No.302/E.E2/KR/2020 Tentang Masa Belajar Penyelenggaraan Program Pendidikan. Terdapat lima butir rekomendasi, ditutup dengan himbauan agar Perguruan Tingi dapat memantau dan membantu kelancaran mahasiswa dalam melakukan pembelajaran dari rumah. Plt Dirjen Dikti juga menambahkan perlunya Biaya Operasional Penyelenggaraan Pendidikan yang diperoleh agar dialih-fungsikan untuk kemudahan mahasiswa, seperti subsidi pulsa koneksi pembelajaran daring, bantuan logistik dan kesehatan bagi yang membutuhkan.

Universitas Islam Riau (UIR), adalah salah satu Perguruan Tinggi yang belum mengindahkan himbauan Plt Dirjen Dikti mengenai Subsidi serta kemudahan pembelajaran bagi mahasiswanya. Kampus yang terletak di Bumi Melayu ini menerapkan sistem Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk keberlangsungan fasilitas kampus, serta Satuan Kredit Semester (SKS) untuk tunjangan tenaga pengajarnya.

Dalam perjalanannya menyikapi pandemi ini, seluruh mahasiswa UIR diliburkan dalam rangka pencegahan, juga untuk menjaga imunitas tubuh. Lalu dilaksanakan pembelajaran maupun Ujian Tengah Semester (UTS) secara daring. Diketahui kemudian bahwasanya daring tersebut malah menjadi beban berat bagi mahasiswa.

Permasalahan yang muncul adalah bertambahnya biaya Pulsa Paket Internet yang harus disediakan untuk setiap mata kuliah , juga menyoal tidak stabilnya jaringan internet di beberapa daerah. Hal tersebut sejalan dengan bertambahnya tugas yang diberikan, intensitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan perkuliahan tatap muka, membuat mahasiswa stres, dan dapat berdampak kepada imunitas tubuhnya.

Dilema di tengah-tengah pandemi seperti ini tentunya juga membuat ekonomi dari orangtua mahasiswa tidak stabil. Belum lagi kita membahas tingkatan ekonomi dari keluarga mahasiswa yang tidak semuanya berkecukupan.

Dengan ini, kami yang menandatangani Petisi, menuntut kepada Prof. Dr. H. Syafrinaldi SH., MCL—Rektor Universitas Islam Riau untuk segera melakukan apa yang telah menjadi tuntutan kami, yakni :

1.       Memberikan potongan SPP yang telah ditetapkan, terhitung sejak kami diliburkan, dengan pertimbangan tidak adanya fasilitas kampus yang dipakai serta ditiadakannya perkuliahan tatap muka.

2.       Bentuk potongan dari poin pertama adalah berupa Paket Internet untuk kebutuhan Pembelajaran daring.

3.       Menegaskan kembali kepada dosen mata kuliah maupun dosen pembimbing untuk tidak menyulitkan mahasiswa (sehingga mengakibatkan stres  serta membuat daya imun tubuh menurun) selama pandemi COVID-19.

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/04/se-dirjen-dikti-masa-belajar-penyelenggaraan-program-pendidikan

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/04/kemendikbud-minta-perguruan-tinggi-beri-kemudahan-pembelajaran-di-masa-darurat-covid19

Hidup, dan Sehatlah Mahasiswa!