Bantu biaya hidup kami pekerja seni yang berdampak akibat covid-19.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Sejak dihentikannya live show musik dan yang relevan dengan seni akibat covid-19, kami pekerja seni dan hiburan tidak memiliki penghasilan lagi. Biaya sandang,pangan kami terkuras dari tabungan yang kini menipis bahkan sudah habis. Sementara kami hanya rekan kerja lepas dengan venue/pengusaha yang menggunakan skill/keahlian kami dan tidak memiliki pesangon atau gaji/honor karena dirumahkan serta dihentikan live show nya sampai waktu yang belum ditentukan. Kami memohon perhatian berupa bantuan biaya hidup sebesar Rp. 4.000.000. (empat juta rupiah) setiap bulannya pada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) hingga Pemerintah Pusat menyatakan Indonesia terbebas dari covid-19 dan situasi kondusif untuk boleh diadakannya hiburan dan keramaian kembali. Angka empat juta rupiah diatas yang kami ajukan adalah angka terendah sekedar memenuhi kebutuhan dasar sandang, pangan dan papan kami. Permohonan ini adalah urgent/genting karena tidak ada lagi yang bisa kami kerjakan agar peroleh uang untuk biaya hidup selain musik live show.  Khususnya kami pekerja seni di pulau Bali, pendatang yang jauh dari kampung halaman dan harus bertahan sampai situasi kondusif dan lagi pula berbahaya untuk pulang kampung halaman karena berpotensi membawa virus covid-19 kepada sanak keluarga dikampung halaman. Lagi pula, kami tidak memiliki biaya untuk pulang kampung andaikan bisa pulang. Sesungguhnya kami juga butuh kejelasan dan  kedudukan kami sebagai pekerja seni dan hiburan dari pemerintah. Selsma ini tidak ada payung hukum yang memberi perlindungan kepada kami. Kami butuh kesetaraan minimal dalam hal honor sebagai pekerja seni dan hiburan. Segala hal yang tersengketakan antara kami selaku pekerja seni dan hiburan dengan venue/pengusaha berakhir dengan kami kalah. Kami dipecat karena tidak menuruti kemauan venue/pengusaha. Honor pun tidak ada standar minimal, sehingga venue/pengusaha bisa sesuka hati menawarkan honor. Maka dari itu, kami membutuhkan payung hukum dari pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Permohonan ini genting, segeralah memberi kami bantuan sementara hingga situasi kondusif dan berikanlah kami payung hukum selaku pekerja seni dan hiburan. Hormat saya.  Tertanda : Sabar Gulo Napitupulu